Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Bunda Rini Eri Cahyadi: Kartini Modern Harus Cerdas Digital, Bermental Kuat, dan Tetap Bahagia

Bunda Rini Eri Cahyadi: Kartini Modern Harus Cerdas Digital, Bermental Kuat, dan Tetap Bahagia

Rini Indriyani Eri Cahyadi, Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ketua GOW Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di tengah derasnya arus digital dan tuntutan global, sosok Kartini masa kini menemukan wajah barunya. Ia tidak lagi sekadar berjuang membuka akses pendidikan seperti yang dilakukan R.A. Kartini di masa lalu, tetapi kini hadir sebagai perempuan yang mampu menavigasi kompleksitas zaman yakni cerdas secara teknologi, kuat secara mental, dan tetap berakar pada nilai kemanusiaan.

Gambaran itu tercermin dalam sosok Rini Indriyani, atau yang akrab disapa Bunda Rini. Sebagai istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, ia tidak hanya berdiri di balik layar, tetapi tampil aktif di ruang publik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ketua GOW Surabaya, sekaligus sebagai ibu dari dua orang anak. 

BACA JUGA:Semarak Hari Kartini, Petugas Wanita Samsat Surabaya Utara Berbalut Kebaya Layani Wajib Pajak


Mini Kidi Wipes.--

Perannya menjelma menjadi representasi Kartini modern yang bergerak, bersuara, dan memberi dampak.

Menurutnya, perbedaan paling mendasar antara Kartini dahulu dan sekarang terletak pada akses. Jika dulu perempuan terkungkung oleh keterbatasan budaya dan pendidikan, kini ruang terbuka lebar. Namun, justru di situlah tantangan baru muncul.

BACA JUGA:Rayakan Hari Kartini 2026, Satlantas Polres Pasuruan Gelar Aksi Simpatik Kartini Memasak di Pos Bangil

"Di era digital ini, perempuan harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif, sekaligus mengantisipasi dampak negatifnya," ujar Bunda Rini. 

Ia juga konsisten menyuarakan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi masa depan. Bagi Bunda Rini, Kartini masa kini tidak lagi berjuang untuk membuka akses pendidikan seperti di masa lalu. 

"Sekarang kita sudah diberi banyak akses, mulai dari pendidikan hingga ruang gerak perempuan di masyarakat. Tantangannya justru bagaimana memanfaatkan semua itu dengan bijak," ucapnya 

BACA JUGA:Semangat Kartini Masa Kini pada Sosok Kurniasari, Srikandi DLH Surabaya: Jangan Pernah Patah Semangat

Kartini dan Tantangan Dunia Digital

Di era digital, perempuan dihadapkan pada peluang sekaligus risiko. Bunda Rini menekankan bahwa semangat Kartini hari ini terletak pada kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif. Menurutnya, keberanian Kartini dahulu harus diterjemahkan dalam bentuk kecerdasan digital saat ini.

"Bagaimana kita memanfaatkan digitalisasi dengan hal yang positif, tapi juga bisa mengantisipasi dampak negatif seperti cyberbullying atau pelecehan di ruang digital," tuturnya. 

Sumber:

Berita Terkait