new idulfitri

Semangat Kartini di Surabaya, Bunda PAUD Tanamkan Literasi Anak Lewat Dongeng

Semangat Kartini di Surabaya, Bunda PAUD Tanamkan Literasi Anak Lewat Dongeng

Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani mendongeng kepada anak di Pos PAUD Terpadu.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bunda PAUD Kota Surabaya menanamkan nilai karakter dan literasi anak usia dini melalui metode dongeng dalam peringatan Hari Kartini, Kamis 16 April 2026.

Pemerintah Kota Surabaya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, turun langsung ke Pos PAUD Terpadu untuk memberikan edukasi kepada anak-anak.


Mini Kidi Wipes.--

Kegiatan tersebut menjadi refleksi semangat Raden Ajeng Kartini yang dinilai masih relevan dalam dunia pendidikan anak.

Dalam kunjungannya, Rini Indriyani menyambangi PPT Bougenville dan PPT Flamboyan yang disambut antusias oleh anak-anak.

Suasana berlangsung hangat saat anak-anak diajak berinteraksi melalui cerita dan tanya jawab ringan.

BACA JUGA:Dukung Wajib Belajar 13 Tahun, Surabaya Tambah 3 PAUD Negeri Baru

Ia membawakan dongeng bertema "7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat + 2" sebagai sarana edukasi.

"Anak usia dini itu, stimulasinya paling efektif lewat cerita. Ada interaksi dan bonding di sana. Kita ingin menanamkan kebiasaan seperti bangun pagi, beribadah, olahraga, hingga gemar belajar dan bermasyarakat sedini mungkin kepada anak," ujarnya.

Pemkot Surabaya juga menambahkan nilai lokal Gotong Royong dan Wani dalam konsep tersebut untuk memperkuat karakter anak.

BACA JUGA:Perkuat Fondasi SDM, DPRD Surabaya Dukung Beasiswa PAUD-TK untuk 8.000 Siswa Keluarga Miskin

Nilai Wani bertujuan melatih keberanian anak tampil dan berpendapat, sedangkan Gotong Royong menumbuhkan kepedulian sosial.

Selain itu, Rini Indriyani memberikan apresiasi kepada para guru PAUD atas kesabaran dalam mendampingi anak-anak.

"Saya tadi baru 5 menit saja sudah mulai buyar konsentrasinya, tapi para Bunda PAUD kita luar biasa sabar mendampingi anak-anak. Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya," ucapnya.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Ia juga menyoroti capaian pendidikan anak usia dini di beberapa wilayah yang telah mencapai nol persen anak tidak sekolah.

"Saya memastikan semua anak usia 5 sampai 6 tahun sudah terfasilitasi sekolah. Alhamdulillah, semuanya sudah sekolah dan tinggal menunggu tahun ajaran baru. Harapan saya, tidak ada lagi anak di Surabaya yang tidak sekolah," tegasnya.

Melalui momentum ini, ia mengajak perempuan khususnya ibu untuk aktif menanamkan pendidikan karakter sejak dini.

"Hasilnya bukan sekarang, tapi 10 atau 15 tahun kemudian. Saat mereka dewasa, kita akan melihat generasi dengan karakter yang kuat karena sudah dipupuk sejak usia dini," pungkasnya. (Ain)

 
 

Sumber: