new idulfitri

Reformasi OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal RI Makin Dilirik Investor Global

Reformasi OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal RI Makin Dilirik Investor Global

Ilustrasi aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia.--

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan melalui peningkatan transparansi dan kebijakan free float dinilai memperkuat pasar modal Indonesia sehingga semakin menarik bagi investor global, Selasa 14 April 2026.

Otoritas Jasa Keuangan menegaskan pasar saham Indonesia kini semakin transparan dan selaras dengan standar global.


Mini Kidi Wipes.--

Transparansi tersebut diwujudkan melalui kebijakan perluasan klasifikasi investor hingga peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Langkah ini merupakan bagian dari 8 rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, menilai kebijakan tersebut tidak hanya tepat tetapi juga strategis dalam mendorong kualitas pasar ke level lebih tinggi.

BACA JUGA:Modus Makin Canggih, OJK Ingatkan Penipu Pelajari Status Sosial Calon Korban Sebelum Beraksi

Menurutnya, peningkatan transparansi akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi pasar.

Ia menjelaskan bahwa akses informasi yang lebih luas dapat mengurangi kesenjangan informasi antara pelaku pasar.

"Investor dan analis akan lebih mudah memahami struktur kepemilikan, hubungan afiliasi, hingga tingkat likuiditas saham yang sebenarnya sehingga mendorong terbentuknya harga saham yang mencerminkan fundamental perusahaan," ujarnya.

BACA JUGA:Pertemuan Tahunan OJK Malang Perkuat Harmoni Sektor Keuangan dan Jaga Kepercayaan Publik

Selain itu, peningkatan batas free float dinilai mampu memperbaiki kualitas likuiditas pasar.

Saham dengan free float rendah selama ini cenderung rentan terhadap volatilitas yang tidak sehat dan lebih mudah dimanipulasi.

Dengan porsi saham publik yang lebih besar, proses pembentukan harga menjadi lebih optimal dan stabil.

David juga menyoroti pentingnya transparansi terkait Ultimate Beneficial Owner atau UBO.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Menurutnya, informasi mengenai pengendali riil perusahaan menjadi faktor krusial dalam menilai risiko tata kelola dan potensi konflik kepentingan.

"Dalam konteks global, transparansi UBO sudah menjadi standar yang diperhatikan investor institusional dan penting untuk meningkatkan integritas pasar," katanya.

Selain itu, pengenalan mekanisme High Shareholding Concentration dinilai memberikan perlindungan tambahan bagi investor.

BACA JUGA:OJK Malang dan Baznas Perkuat Literasi Keuangan Syariah Anak Yatim dan Dhuafa

Dengan informasi konsentrasi kepemilikan saham, investor dapat mengukur risiko secara lebih komprehensif terutama terkait potensi volatilitas dan likuiditas.

Sementara itu, rangkaian kebijakan tersebut juga dinilai sebagai upaya meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor global.

Dalam berbagai indeks internasional, transparansi, free float, dan tata kelola menjadi indikator utama dalam menentukan klasifikasi pasar.

BACA JUGA:Sidang Kasus PT ASA, Saksi OJK Tegaskan Perusahaan Tak Berizin, Terdakwa Terancam 10 Tahun Penjara

"Reformasi ini tidak hanya berdampak domestik tetapi juga strategis untuk meningkatkan persepsi Indonesia di pasar global," jelasnya.

Respons pasar terhadap agenda reformasi ini cenderung positif meski di tengah tekanan global akibat faktor geopolitik dan volatilitas pasar internasional.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya kepercayaan terhadap arah kebijakan regulator.

BACA JUGA:OJK Cabut Izin BPR Prima Master Bank, Gagal Diselamatkan

David menegaskan langkah Otoritas Jasa Keuangan menjadi momentum penting dalam transformasi pasar modal Indonesia.

Transparansi yang lebih baik diyakini akan memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan likuiditas, serta menciptakan pasar yang lebih efisien.

"Pada akhirnya, pasar modal yang transparan tidak hanya memberikan manfaat bagi investor tetapi juga memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi pembangunan ekonomi nasional dan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan pasar modal Indonesia," pungkasnya. (–)

 
 

Sumber: