new idulfitri

Dukung Kebijakan Mendikti, UB Terapkan Pembelajaran Hybrid

Dukung Kebijakan Mendikti, UB Terapkan Pembelajaran Hybrid

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP.--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Universitas Brawijaya (UB) menyatakan kesiapan kampus mengikuti arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti) untuk beralih ke perkuliahan daring

Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., saat ditanya wartawan terkait surat edaran menteri.

BACA JUGA:Kunjungi FISIP UB, MPR RI Diskusikan Evaluasi UUD 1945 Pascaperempat Abad Reformasi


Mini Kidi Wipes.--

“Secara umum, UB merespons kebijakan Mendikti secara apresiatif dan proaktif Rektor, menindaklanjuti menerbitkan surat edaran terkait penyesuaian pola kerja, termasuk pelaksanaan pembelajaran. Kampus melaksanakan kegiatan luring untuk aktivitas yang memerlukan kehadiran langsung, serta daring untuk yang dapat secara fleksibel,” jelas Prof. Imam.

Sesuai arahan Mendikti, kegiatan luring di UB diprioritaskan bagi mahasiswa semester satu hingga empat. Serta yang mengikuti praktikum atau kegiatan yang memerlukan kehadiran langsung.

BACA JUGA:Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Profesor di UB Tawarkan Kota Ramah Pejalan Kaki

Pada tahap ini, mahasiswa membutuhkan bimbingan intensif serta interaksi aktif dengan dosen. Agar dapat memahami konsep-konsep dasar sebagai bekal pengembangan keilmuan selanjutnya. 

Sementara untuk mahasiswa semester lima ke atas, lebih pada bagian praktek, pembimbingan, dapat dilaksanakan secara daring. 

Ini sebagai bentuk persiapan Indonesia dalam menghadapi kemungkinan krisis energi akibat eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:Double Degree Magister Administrasi, FIA UB Tingkatkan Daya Saing Global

Sementara itu, pada semester lima ke atas, pembelajaran berfokus pada pengembangan keahlian sesuai kurikulum yang telah ditempuh.

UB memahami risiko penerapan kebijakan ini, seperti potensi learning loss atau penurunan capaian akademik yang sempat terjadi pada masa pandemi Covid-19. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dilakukan penyesuaian dalam pelaksanaannya. Kegiatan yang membutuhkan interaksi intensif akan tetap dilaksanakan secara luring.

Sumber:

Berita Terkait