Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Kesaksian Korban Penyerangan di Malang, Lagu Provokatif Diputar Tanpa Rikues

Kesaksian Korban Penyerangan di Malang, Lagu Provokatif Diputar Tanpa Rikues

Kendaraan wisatawan asal Surabaya dirusak oleh orang tak dikenal di Malang.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ratusan orang tak dikenal (OTK) melakukan penyerangan terhadap wisatawan di penginapan kawasan Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Kabupaten Malang pada Selasa 5 April 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.

Mochamad Rafli Rahadi, korban penyerangan asal Surabaya bercerita, semula rombongan pekerja jasa pengiriman ini berangkat ke Malang pada Senin 4 April 2026, pagi dengan membawa tiga unit elf sewaan dan dua unit mobil pribadi. Mereka berjumlah 55 orang.

BACA JUGA:Wisatawan Surabaya Diserang OTK di Pantai Wediawu Malang, Polisi Lakukan Penyelidikan


Mini Kidi Wipes.--

"Liburan udah dipersiapkan jauh-jauh hari. Kemarin berangkat dari Surabaya itu jam 08.30 pagi. Elf tiga. sama mobil pribadinya anak-anak sendiri ada dua. Ada 55 orang dalam satu rombongan," katanya melalui telepon, Rabu 6 April 2026.

Setibanya di penginapan, beberapa orang ada yang melepas lelah dengan tiduran, dan mempersiapkan acara bakar-bakar untuk malam harinya. Sebab, mereka mengundang seorang disc jockey (DJ) untuk memeriahkan suasana.

BACA JUGA:Rombongan Wisatawan Surabaya Diserang di Pantai Wediawu, 6 Mobil Rusak dan 6 Orang Luka-Luka

"Dari kita ini sudah enggak ada niat buat nyetel lagu-lagu yang berbau supporter lah. Apalagi Surabaya sama Malang juga rival," lanjutnya.

Suasana begitu mencair, mereka hanyut dalam suasana pesta. Tiba-tiba, di tengah acara sang DJ memutar lagu provokatif. Sontak rombongan ini ikut menyanyikan lagu tersebut.

"Waktu di tengah-tengah acara, keputer Mas lagunya itu otomatis anak-anak ya. Otomatis ya ngarah ke situ langsung juga," lanjutnya.

BACA JUGA:31 Wisatawan Pantai Wediawu Positif Narkoba, Polres Malang Lakukan Penanganan

Sekitar pukul 03.00 mereka awalnya didatangi empat orang tak dikenal. Mereka ditegur. Rafli menduga, empat orang yang menegur itu mendapat informasi dari sosial media. Sebab, acara mereka ternyata direkam daei jarak jauh oleh seseorang ketika menyanyikan lagu provokatif.

"Habis gitu massa udah gak kondusif. Udah gak bisa dikondusifin. Soalnya sekitar orang 200-an, dikepung itu," terangnya.

Rombongan ini sempat diinterogasi terkait nyanyian lagu provokatif tersebut. Satu orang tak dikenal berjanji akan melindungi bila rombongan itu jujur. Namun situasi langsung berubah, ratusan OTK yang diduga sudah emosi langsung melakukan penyerangan.

Sumber:

Berita Terkait