new idulfitri

13 Desa di Pasuruan Terancam Krisis Air Bersih, Kecamatan Lumbang Paling Rawan

13 Desa di Pasuruan Terancam Krisis Air Bersih, Kecamatan Lumbang Paling Rawan

Truk bantuan BPBD menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Pasuruan.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai mewaspadai ancaman krisis air bersih pada 13 desa yang tersebar di tiga kecamatan akibat fenomena El Nino yang memicu kekeringan panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menjelaskan, langkah pemetaan ini merupakan upaya deteksi dini agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Sugeng Hariyadi mengatakan, sejauh ini ada 13 desa yang masuk zona rawan.

"Kondisi ini dipicu oleh menyusutnya debit sumber air secara drastis saat kemarau tiba," ujar Sugeng Hariyadi.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, Kecamatan Lumbang menjadi wilayah dengan konsentrasi kerawanan tertinggi di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Oknum Perangkat Desa di Pasuruan Jambret Lansia, Tarik Kalung hingga Korban Tersungkur

BACA JUGA:Sadis! Perampok Bermasker Sarung Bacok Ibu Rumah Tangga di Winongan, Emas dan Uang Rp40 Juta Amblas

Terdapat lima desa di Kecamatan Lumbang yang diprediksi akan kesulitan air yakni Desa Pancur, Banjarimbo, Karangjati, Watulumbung, dan Bulukandang.

Selain itu, Kecamatan Pasrepan membayangi dengan enam desa rawan meliputi Desa Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon, dan Petung.


Mini Kidi Wipes.--

Sementara itu, untuk Kecamatan Winongan titik rawan terdeteksi berada di Desa Kedungrejo.

Data BPBD mencatat ada sekitar 6 ribu KK atau lebih dari 17 ribu jiwa yang terancam kehilangan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sugeng memaparkan bahwa saat kemarau mencapai puncaknya, sumur gali milik warga biasanya mengering dan mata air pegunungan mengecil.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Menurutnya, kalau sumber air sudah mengecil atau bahkan berhenti mengalir, warga otomatis kesulitan. "Ini yang kami antisipasi sejak sekarang," tambahnya.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Pasuruan melalui BPBD telah menyiagakan armada tangki air guna membantu warga.

Strategi dropping atau distribusi air bersih secara berkala akan langsung dijalankan begitu ada laporan kekeringan dari pihak desa.

Sugeng menegaskan, air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. "Kami pastikan armada siap bergerak untuk menyuplai wilayah-wilayah terdampak agar aktivitas warga tetap berjalan normal," tegas Sugeng. (kd/mh)

Sumber: