new idulfitri

Lebih dari Sekadar Emosi, Memahami Borderline Personality Disorder dan Mekanisme Disosiasi

Lebih dari Sekadar Emosi, Memahami Borderline Personality Disorder dan Mekanisme Disosiasi

Pentingnya edukasi tentang penyakit mental yang benar dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih sportif bagi mereka yang sedang berjuang.(Sumber pexels)--

DISCLAIMER: Ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk mendapatkan diagnosis atau saran medis, hubungi profesional.

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Borderline Personality Disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang merupakan salah satu kondisi mental kesehatan. Banyak orang mengira BPD hanya sebatas emosi yang berlebihan atau silit mengontrol perasaan, padahal BPD jauh lebih dari kompleks dan dapat mempengaruhi penderitanya. 

BPD adalah gangguan mental yang berkaitan dengan pola emosi, hubungan interpersonal, citra dir, serta perilaku yang cenderung tidak stabil. Seseorang dengan BPD biasnya mengalami perubahan suasana hati dengan intens dan rasa takut kehilangan.  Kondisi ini bukan sekedar drama atau terlalu sensitif melainkan masalah kesehatan mental.

BACA JUGA:Waspadai Kelelahan Mental Akibat Penggunaan Media Sosial Berlebihan yang Kian Marak Terjadi


Mini Kidi Wipes.--

Apa penyebab BPD

Penyebab pasti Borderline Personality Disorder(BPD) belum dapat dipastikan dengan satu faktor saya. Para ahli menyakini bahwa kondisi ini berkembang akibat kombinasi berbagai faktor psikologis hingga lingkungan. Beberapa penyebab yang diduga dapat memunculkan BPD : 

1.Bengalaman trauma masa kacil seperti penelantaran, penolakan, dan kehilangan emosional.

2.Lingkungan keluarga yang tidak stabil, penuh konflik, atau minim dukungan emosional.

3.faktor biologis dan genetik dalam keluarga juga memungkinkan seseorang memiliki gangguan BPD.

4.kesulitan mengatur emosi sejak dini yang membuat seseorang rentan mengalami ledakan emosi.

BACA JUGA:Mudah Lelah Tanpa Sebab? Itu Sinyal Tubuh Lelah Secara Mental, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

Tidak hanya mempengaruhi emosi dan hubungan dengan orang lain, BPD juga dapat berdampak pada cara seseorang melihat dirinya sendiri. Penderitanya akan sering merasa hilang arah kehidupan, lupa, serta kesulitan memahami bagaimana dirinya ingin dipandang oleh orang lain. Dalam keadaan tertentu seseorang bisa merasa penuh keyakinan dan semangat, tetapi diwaktu lain justru terasa hampa. 

Keadaan BPD ini lebih dari itu, ketika seseorang mengalami penderitaan yang berat dan shock bertubi-tubi. Dalam kondisi ini seseorang yang menderita BPD bisa langsung men shutdown sebagain dari memori dia, memori yang mana si pederita mampu, sanggup, dan merasa aman untuk diingat dan terima. Oleh sebab itu si penderita bisa mengalami dissociation. Hal tersebut merupakan bentuk survival dan mode bertahan dalam diri si penderita untuk menghadapi realita yang sangat menyakitkan.

Sumber:

Berita Terkait