new idulfitri

Disnakertrans Jatim Soroti Kelalaian SOP Usai Ledakan di PT GWS

Disnakertrans Jatim Soroti Kelalaian SOP Usai Ledakan di PT GWS

Tim pengawasan dari Disnakertrans Jatim meninjau lokasi insiden ledakan tabung di area scrap yard PT Great Wall Steel --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur angkat bicara terkait insiden ledakan tabung di area scrap yard PT Great Wall Steel (GWS) yang menewaskan satu orang dan melukai dua pekerja.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Tri Widodo, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim pengawas ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pascakejadian.

"Dari hasil pemeriksaan awal, kami menemukan adanya indikasi kelemahan dalam penerapan sistem keselamatan kerja, khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan di lapangan," ujar Widodo, Kamis, 9 April 2026.

BACA JUGA:Miliki 4 Tenaga Kerja Asing, PT SPS Diduga Tak Lapor Disnaker


Mini Kidi Wipes.--

Peristiwa tersebut bermula saat pekerja melakukan pemotongan tabung menggunakan alat las. Dalam prosesnya, tabung mengeluarkan asap, kemudian disiram air sebagai upaya penanganan awal. Namun, tabung justru meledak dan menyebabkan korban.

Menurut Widodo, terdapat sejumlah faktor yang menjadi perhatian Disnakertrans Jatim. Dari sisi teknis, tidak dilakukan identifikasi maupun pemeriksaan awal terhadap material yang dipotong. Padahal, benda menyerupai tabung memiliki potensi bahaya tinggi jika masih mengandung sisa gas atau tekanan.

"Ini yang menjadi catatan penting. Setiap material, terutama yang berpotensi berbahaya, harus dipastikan aman sebelum dilakukan pekerjaan seperti pemotongan," tegasnya.

BACA JUGA:Teknisi Asal China Tewas di Pabrik Mojokerto, Disnakertrans Temukan Dugaan Pelanggaran


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Selain itu, Disnakertrans juga menyoroti aspek manajemen perusahaan. Hingga pemeriksaan dilakukan, pihak perusahaan belum dapat menunjukkan dokumen SOP yang mengatur secara rinci prosedur pemotongan material berisiko.

Pengawasan kerja di lapangan juga dinilai belum optimal, meskipun pekerja diketahui telah menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Penggunaan APD saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan prosedur kerja yang jelas dan pengawasan ketat,” tambahnya.

BACA JUGA:Teknisi Asal China Tewas di Pabrik Mojokerto, Disnaker Sebut Bukan Pekerja Resmi

Sumber:

Berita Terkait