new idulfitri

Era Prabowo, Petani Sejahtera Harga Gabah Stabil dan Stok Beras Nasional Melimpah

Era Prabowo, Petani Sejahtera Harga Gabah Stabil dan Stok Beras Nasional Melimpah

Ilustrasi, pemerintah menjaga stabilitas harga gabah dan stok beras nasional tetap melimpah.--

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah menjaga kesejahteraan petani melalui stabilitas harga gabah dan memastikan stok beras nasional melimpah hingga 4,6 juta ton, Rabu 8 April 2026.

Kesejahteraan petani di era pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan tren peningkatan seiring kebijakan harga gabah yang terjaga dan peningkatan daya beli petani.


Mini Kidi Wipes.--

Di sisi lain kondisi tersebut tidak diikuti kekhawatiran pasokan karena ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi melimpah.

Pemerintah sejak awal 2025 menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Kebijakan tersebut dinilai efektif menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

BACA JUGA:Polresta Sidoarjo Dorong Swasembada Pangan Melalui Pendampingan Petani Jagung di Krembung

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sepanjang 2025 tidak ada harga gabah yang jatuh di bawah HPP.

Harga terendah tercatat Rp 6.712 per kilogram pada April 2025 dengan rata-rata tahunan mencapai Rp 7.081 per kilogram.

Stabilitas harga ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Menteri Pertanian mengatakan kebijakan harga menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus memastikan produksi tetap tinggi.

"HPP dijaga. Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah itu Rp 6.500 kg. Kesejahteraan petani, peningkatannya tertinggi selama Republik Indonesia merdeka," ujarnya, Rabu 8 April 2026.

BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Balongbendo bersama Petani Optimalkan Tanaman Jagung

Data BPS mencatat indikator Nilai Tukar Petani (NTP) terus menunjukkan tren positif.

Pada Desember 2025 NTP tercatat sebesar 125,35 atau naik 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara kumulatif sepanjang 2025 NTP nasional mencapai 123,26 atau meningkat 3,04 persen dibandingkan tahun 2024.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani dibandingkan indeks harga yang dibayarkan.

BACA JUGA:Petani Sayur Boyolali Dapat Harapan Baru Lewat Program MBG

Subsektor hortikultura menjadi salah satu pendorong utama disusul komoditas gabah, cabai rawit, kakao, hingga ayam ras pedaging.

Tren positif berlanjut pada awal 2026 dengan NTP Februari mencapai 125,45 sebelum terkoreksi tipis pada Maret menjadi 125,35.

Sementara itu pasokan beras nasional berada dalam kondisi aman dan melimpah.

BACA JUGA:Kisah Petani Sayur di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG

Pada akhir 2025 stok beras tercatat sebesar 3,8 juta ton.

Memasuki 2026 stok terus meningkat hingga mencapai 4,6 juta ton pada April 2026.

BACA JUGA:Optimalkan Swasembada Pangan, Polisi Dampingi Petani Jagung Tanjekwager Krembung

Kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara insentif produksi dan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Pemerintah menilai sektor pertanian bergerak ke arah yang lebih kuat dengan kepastian harga bagi petani serta akses pangan yang stabil bagi masyarakat. (–)

 
 

Sumber: