Nekat Nyuri Motor Tetangga, Pria Luar Pulau Dibekuk Resmob Polrestabes Surabaya
Aksi DR terekam CCTV ketika memasuki rumah MS unyuk mengambil kunci motor--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Aksi nekat dilakukan oleh DR (35) asal Sumatera Barat yang tinggal di Keputran Kejambon, Genteng. Dia nekat mencuri motor milik tetangganya sendiri.
Insiden itu terjadi pada Senin 30 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Korbannya adalah MS. Sementara motor yang dicuri tersangka ialah Yamaha Mio Soul GT nomor polisi L 6170 NX. Kini DR telah dibekuk anggota Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.
BACA JUGA:Polsek Wiyung Tertibkan Siswa SMPN 51 Surabaya yang Nekat Berkendara Motor ke Sekolah

Mini Kidi Wipes.--
Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang ketika dikonfirmasi mengatakan, saat itu kendaraan korban diparkir di sebelah rumah. Ketika malam hari, motor yang hendak dimasukkan dalam rumah itu tidak ada.
"Saat pelapor hendak mengunci pintu rumah, kunci motor yang tergabung di gantungan itu tidak ada," katanya, Rabu 8 Maret 2026.
MS lantas menanyakan kunci tersebut kepada seisi penghuni rumah, termasuk anak dan istrinya. Mereka tidak mengetahui kunci tersebut. Mereka kemudian berinisiatif mengecek CCTV yang menyorot ke halaman rumahnya.
"Ternyata sekira pukul 14.30 WIB, ada DR, orang yang ternyata dikenal pelapor masuk rumah mengambil kunci motor tersebut," lanjutnya.
BACA JUGA:Armuji Ingatkan Pendatang Baru Jangan Nekat ke Surabaya Usai Lebaran

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Kasus itu kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan DR dibekuk di kawasan Sukomanunggal beberapa hari setelah korban membuat laporan.
"Pelaku diamankan di salah satu rumah di daerah Simo, Sukomanunggal, Surabaya tanggal 3 April 2026 sekira pukul 18.00 WIB," ungkapnya.
DR kemudian digelandang ke Mapolrestabes Surabaya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Hasil penyidikan, tersangka dan korban ini saling kenal. DR mengaku batu kali ini melakukan aksi tersebut lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi.
"Betul, korban dan pelaku saling kenal. Enggak residivis, baru sekali. Mencuri untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari," paparnya.
Sumber:







