new idulfitri

Ledakan di PT GWS Sidoarjo, Satu Tewas dan Dua Pekerja Luka Berat

Ledakan di PT GWS Sidoarjo, Satu Tewas dan Dua Pekerja Luka Berat

Ketua RW memberikan keterangan.--

SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Warga Kecamatan Waru dibuat geger setelah terdengar suara ledakan dari area pabrik PT Great Wall Steel (GWS) yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Desa Janti, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin, 6 April 2026.

Ledakan diduga terjadi saat aktivitas pemotongan drum di dalam kawasan pabrik. Ketua RW setempat, Sukani, menyebut insiden berlangsung secara tiba-tiba di tengah proses pekerjaan, sehingga mengejutkan para pekerja dan memicu kepanikan.

Informasi yang saya terima, saat ada aktivitas pemotongan drum, tiba-tiba terjadi ledakan,” ujar Sukani.

BACA JUGA:Dua Rumah di Kutisari Surabaya Mengalami Kerusakan Akibat Ledakan Industri di Sidoarjo


Mini Kidi Wipes.--

Akibat kejadian tersebut, tiga pekerja menjadi korban. Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sukani menjelaskan, salah satu pekerja hanya mengalami luka ringan, sementara dua lainnya mengalami luka berat. “Yang mengoperasikan blender luka ringan, sedangkan sopir mengalami luka parah,” katanya.

BACA JUGA:Ledakan PT GWS Waru Sidoarjo Lukai Dua Pekerja, Polda Jatim Terjunkan Unit Jinak Bom


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Berdasarkan data yang dihimpun, korban meninggal dunia diketahui bernama Rio (17), yang bekerja sebagai kernet blender. Ia tewas di lokasi akibat terkena serpihan ledakan. Sementara dua korban lainnya, Prayono dan M Zaenal Abidin (40), mengalami luka serius, dengan Prayono dilaporkan mengalami cedera pada bagian dada.

Pihak perusahaan melalui HRD PT GWS, Heri, belum memberikan penjelasan rinci terkait insiden tersebut. Ia menyebut kasus masih dalam proses penanganan internal.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber ledakan sekaligus menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja di lokasi.(bwo/jok)

Sumber: