Mahasiswa Unmuh Jember Kecam Teror Air Keras, Desak Presiden Bentuk TPF
Ketua BEM Unmuh Jember, Irfan Amiludin, saat memimpin orasi dan koordinasi aksi--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Gelombang perlawanan terhadap pembungkaman suara kritis mulai memuncak di Kota Cerutu. Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melontarkan kecaman keras dan mendesak Pemerintah Pusat untuk memutus rantai impunitas dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Kekecewaan ini meledak di tengah persepsi publik yang menilai penegakan hukum seolah berjalan di tempat, tumpul, dan kehilangan taringnya. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unmuh Jember, Irfan Amiludin, menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Andrie Yunus bukanlah sekadar aksi premanisme jalanan biasa, melainkan serangan jantung terhadap demokrasi Indonesia.
BACA JUGA:Pemerintah Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Minta Polri Usut Tuntas

Mini Kidi Wipes.--
“Kasus ini bukan kriminal biasa. Ini adalah teror terhadap ruang demokrasi yang sengaja ditiupkan untuk menakut-nakuti rakyat. Kita tidak boleh diam, ini harus dilawan bersama!” tegas Irfan dengan nada bicara tinggi saat dikonfirmasi, Senin 6 April 2026.
Irfan mengindikasikan adanya perencanaan matang dan sistematis di balik serangan tersebut. Bukti rekaman CCTV serta luka bakar permanen yang diderita korban menjadi saksi bisu betapa biadabnya skenario yang disusun pelaku untuk melumpuhkan suara kritis.
BACA JUGA:Wartawan Disway Disiram Air Keras saat Liput Demo Ricuh di Polda Metro Jaya, Pelaku Terekam!
Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP tersebut juga menguliti proses hukum yang dinilai berjalan lambat dan tertutup kabut ketidakpastian. Lambatnya gerak aparat penegak hukum memicu spekulasi di masyarakat mengenai adanya intervensi kekuatan besar di balik layar.
“Lambannya proses hukum ini meninggalkan tanda tanya besar di benak publik. Ada apa dengan penegakan hukum kita? Siapa yang sedang dilindungi?” cecar Irfan.
Dalam tuntutannya, Aliansi Mahasiswa Unmuh Jember mendesak Presiden untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Independen. Langkah ini dianggap satu-satunya jalan keluar untuk memastikan kebenaran terungkap secara objektif tanpa adanya intervensi dari tangan-tangan tak terlihat.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Tak hanya itu, mereka menuntut agar perkara ini diadili di peradilan umum secara terbuka. Mereka mendesak agar aparat tidak hanya menangkap eksekutor lapangan, tetapi juga menyeret aktor intelektual atau sang "sutradara" di balik serangan tersebut ke meja hijau.
“Semua pihak yang terlibat, sekecil apa pun perannya, harus diseret ke hadapan hukum. Jangan ada tebang pilih jika ingin keadilan tetap tegak di negeri ini,” tuturnya.
Menutup pernyatannya, Irfan memperingatkan bahwa jika kasus ini dibiarkan menguap, maka kepercayaan rakyat terhadap institusi hukum akan runtuh sepenuhnya. Aliansi Mahasiswa Unmuh Jember berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Sumber:







