LinkUMKM BRI Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas Lewat JJC Rumah Jahit
Produk fesyen wastra JJC Rumah Jahit yang dikembangkan pengusaha perempuan.--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk melalui LinkUMKM mendorong pengusaha perempuan mengembangkan usaha fesyen wastra seperti JJC Rumah Jahit di Jakarta Utara, Sabtu, 4 April 2026.
JJC Rumah Jahit menghadirkan produk fesyen berbasis kain tenun yang dipadukan dengan bordir motif budaya Jakarta dan Nusantara.

Mini Kidi Wipes.--
Produk unggulan berupa outer kombinasi tenun dan bordir diproduksi terbatas maksimal 12 potong per desain.
Selain itu, JJC Rumah Jahit menyediakan layanan kustom sesuai kebutuhan konsumen.
Pemilik JJC Rumah Jahit, Jihan Astriningtrias mengatakan, usaha tersebut berawal dari butik rumahan yang dirintis sejak 2003.
BACA JUGA:Bayar PBB Lewat BRImo Lebih Mudah Dapat Cashback Hingga 13 Persen
“JJC Rumah Jahit tidak dibangun di atas sebuah mimpi yang besar. Justru, ketika itu, bunda kami mendirikan butik rumahan ini pada tahun 2003 dengan berlandaskan asa kecilnya, untuk tetap berkarya dan berdaya walau hanya dari rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, usaha terus berkembang melalui rebranding pada 2023 dengan memperkuat desain kontemporer dan memperluas pasar melalui berbagai kanal.
JJC Rumah Jahit juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS untuk mendukung transaksi.
Selain itu, pengembangan usaha dilakukan melalui platform LinkUMKM BRI.
“Saya merupakan anggota binaan Rumah BUMN BRI yang telah memberikan banyak bimbingan dan akses informasi untuk pengembangan usaha saya, termasuk melalui platform LinkUMKM BRI,” jelas Jihan.
Ia menambahkan, platform tersebut membantu pelaku usaha dalam pengambilan keputusan dan ekspansi bisnis.

Gempur Rokok Ilegal -----
Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, LinkUMKM menjadi bagian strategi untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM.
“Pengalaman JJC Rumah Jahit mencerminkan bagaimana pelaku usaha perempuan dapat berkembang lebih terarah melalui pemanfaatan LinkUMKM sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan BRI,” pungkasnya.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM dengan berbagai fitur pendukung pengembangan usaha.
Platform tersebut menyediakan enam fitur utama serta ratusan modul pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. (–)
Sumber:







