Warga Lawang Terseret Ombak di Pantai Batu Bengkung
Proses Tim SAR mengevakuasi korban terseret ombak di Pantai Batu Bengkung.--
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ahmad Safik Udin (18), warga Desa Srigading Jeruk, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, terseret ombak dan meninggal dunia di Pantai Batu Bengkung, Kamis 2 April 2026, sekitar pukul 08.30 WIB saat berenang bersama temannya.
PSR Batu Bengkung, Slamet Irfan, mengatakan pihaknya sudah memperingatkan pengunjung agar tidak mandi karena kondisi air pasang.

Mini Kidi Wipes.--
“ Saat itu sudah kami peringatkan jangan mandi, karena kondisi air saat pasang,” terang Slamet, Kamis 2 April 2026.
Slamet menjelaskan setelah memberi peringatan pada seluruh pengunjung, dirinya bergeser ke warung untuk sarapan. Namun belum sampai makanan habis, dirinya diberitahu oleh salah satu penjual bahwa ada korban terseret ombak.
Sekitar pukul 08.11 WIB, korban berenang bersama Fahri Riski Saputra (27) yang selamat. Namun ketika petugas SAR tiba, korban sudah tidak terlihat dan terseret ke tengah laut.
“Korban ditemukan di tengah laut dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Slamet.
Kasatpol Airud Polres Malang, AKP Yoyok Supandri, menuturkan korban bersama rombongan datang sekitar pukul 19.30 WIB dari Desa Singosari, Kecamatan Singosari, menuju Pantai Batu Bengkung untuk wisata dan kemping.
BACA JUGA:Tak Perlu Lagi ke Kota, IRT di Empat Lawang Ini Terbantu Beli Token Listrik lewat BRImo
Sekitar pukul 00.30 WIB, rombongan tiba di loket Pantai Batu Bengkung, melakukan pendataan dan menyelesaikan pembayaran administrasi, rombongan berjumlah lima orang menggunakan tiga sepeda motor, lalu mendirikan tenda di camping ground tidak jauh dari pantai.
Berdasarkan penuturan saksi, sekitar pukul 07.45 WIB, korban bersama satu temannya mulai berenang. Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas tim SAR yang berjaga memberikan himbauan kepada pengunjung untuk tidak bermain air karena kondisi pasang.

Gempur Rokok Ilegal -----
Sekitar pukul 08.11 WIB, korban bersama temannya terbawa arus ke tengah laut. Korban selamat meminta pertolongan kepada warga setempat yang segera melaporkan ke petugas tim SAR.
“Korban meninggal dapat dievakuasi sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung dibawa ke Puskesmas Bantur untuk visum, kemudian dibawa ke rumah duka,” tegas Yoyok.
Yoyok menambahkan laka laut ini diduga akibat human error, cuaca buruk, dan gelombang tinggi. Setiap petugas SAR yang berjaga selalu memberikan himbauan kepada pengunjung untuk keselamatan. (Kid)
Sumber:







