Jatim Rajai SNBP 2026 dan Pecahkan Rekor Naisonal, 29 Ribu Siswa Tembus PTN
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian Jatim yang mencatat posisi tertinggi secara nasional siswa yang lolos PTN.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya di bidang pendidikan nasional. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, provinsi ini mencatatkan 29.406 siswa lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Hal ini sekaligus mempertahankan posisi sebagai daerah dengan jumlah peserta diterima terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut.
BACA JUGA:2.506 Mahasiswa Baru Lolos SNBP 2026 di Unair, Persaingan Ketat 8,11 Persen

Mini Kidi Wipes.--
Berdasarkan data resmi dari SNPMB, sebanyak 29.046 siswa asal Jatim diterima dari total 108.122 pendaftar. Angka ini menempatkan Jawa Timur di posisi teratas, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata meningkatnya kualitas sumber daya manusia di Jatim. Ia menilai konsistensi ini tidak lepas dari kerja keras siswa, guru, serta strategi pendidikan yang terus diperkuat.
BACA JUGA:5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Menjelang Pengumuman SNBP 2026
"Ini kabar yang sangat membanggakan. Prestasi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur berjalan di jalur yang tepat," ujar Khofifah, Rabu, 1 April 2026.
Dengan tingkat penerimaan mencapai 27,20 persen, Khofifah menegaskan daya saing siswa Jatim di tingkat nasional semakin kuat. Ia juga menyoroti pentingnya strategi pemetaan yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan peluang kelulusan.
Menurutnya, pemetaan tersebut membantu siswa memahami tingkat keketatan program studi hingga peluang diterima, sehingga bisa menentukan pilihan secara lebih terarah.
BACA JUGA:Persiapan SNBP 2026 Lengkap, Cara Cek Peluang Lolos dan Strategi Pilih Jurusan sebelum Deadline
Tak hanya unggul secara jumlah, Jawa Timur juga mencatat prestasi dalam jalur afirmasi. Sebanyak 8.915 siswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) berhasil lolos SNBP dari total 40.213 pendaftar.
"Ini kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang terhambat kuliah karena alasan ekonomi," ucap Khofifah.
Ia menambahkan, program KIP-K menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mengurangi kesenjangan. Dengan peluang tersebut, siswa dari berbagai latar belakang, termasuk daerah pelosok, dapat meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Sumber:







