Menguak Misteri di Balik April Mop, Kok Bisa Jadi Hari Tipu-Tipu Sedunia?
Ilustrasi prank yang dilakukan saat April Mop (Foto: Freepik)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Setiap tanggal 1 April, kita diperbolehkan untuk menjahili teman atau menyebarkan hoaks ringan tanpa perlu merasa bersalah. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya dari mana asal-usul April Mop atau April Fools' Day ini? Ternyata, sejarahnya lebih ribet dan misterius dari yang kita kira.
Meski asal-usulnya sering dianggap tidak jelas, beberapa bukti tekstual menunjukkan bahwa hari libur ini mungkin sudah berusia lebih dari 600 tahun. Mengutip dari National Geographic, folkloris Stephen Winick menunjukkan bukti menarik dari sastra Inggris abad pertengahan. Penyair Geoffrey Chaucer dalam karyanya The Nun’s Priest’s Tale (sekitar 1390), menceritakan kisah ayam jantan dan rubah yang saling menipu. Di sana disebutkan kejadiannya terjadi 32 hari setelah awal Maret yang jatuh tepat pada 1 April. Meski beberapa pakar menduga itu hanyalah kesalahan ketik (typo) dari penyalin naskah kuno, teori ini tetap jadi bukti kuat keterkaitan April dengan tipu daya.
BACA JUGA:Bolehkan Ikut Merayakan Tradisi April Mop dalam Islam? Berikut Penjelasannya

Mini Kidi Wipes.--
Tak hanya Inggris, Prancis juga punya andil besar lewat tradisi Poisson d’Avril (April Fish) . Melansir dari Britannica , pada tahun 1564 melalui Dekret Roussillon, Raja Charles IX memindahkan awal tahun ke 1 Januari. Sebelumnya, tahun baru dirayakan di akhir Maret hingga puncaknya pada 1 April. Banyak orang yang telat mendapat kabar atau tetap kekeh merayakan tahun baru di bulan April, sehingga mereka diejek sebagai " April Fools ".
Menariknya, istilah " April Fish" sudah muncul dalam puisi Eloy D'Amerval pada tahun 1508, jauh sebelum dekret kalender tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara ikan dan "orang bodoh" yang mudah ditipu mungkin sudah menjadi budaya populer sejak abad ke-16.

Gempur Rokok Ilegal -----
Selain literatur, April Mop mungkin berakar dari festival kuno seperti Hilaria di Romawi. Festival ini dirayakan pasa akhir Maret, di mana orang-orang menyamar dan mengejek siapa pun bahkan pejabat saat itu. Cuaca musim semi yang tidak menentu juga dianggap sebagai cara alam "menipu" manusia, sehingga orang-orang ikut berperilaku aneh sebagai bagian dari perayaan pergantian musim.
Jadi, sebelum kamu percaya berita heboh hari ini, cek kalender dulu ya! Jangan sampai kamu jadi " the fool ones " selanjutnya.
Sumber:







