Kemiskinan Gresik Turun Tipis, 74 Persen Warga Miskin Belum Terima Bansos
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif memberi sambutan saat kunjungan Menteri Sosial RI.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Persentase penduduk miskin di Kabupaten Gresik turun 0,37 persen, namun sekitar 74,61 persen warga kategori tidak mampu belum menerima bantuan sosial, Selasa 31 Maret 2026.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dalam rangka optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mini Kidi Wipes.--
Ia menjelaskan, angka kemiskinan di Gresik yang mencapai 10,32 persen pada Maret 2024 turun menjadi 9,95 persen pada Maret 2025.
“Artinya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik sejumlah 131.807 jiwa. Sementara menurut pendataan riil melalui Aplikasi Gresik Soya sebanyak 142.107 jiwa,” terangnya.
BACA JUGA:Tingkatkan Akurasi Bansos, Mensos Gus Ipul Ajak Pemkab Gresik Perbarui DTSEN Secara Faktual
Berdasarkan data aplikasi SIKS-NG, jumlah penduduk Gresik pada desil 1 hingga 4 tercatat sebanyak 541.714 jiwa, dengan rincian desil 1 sebanyak 163.725 jiwa, desil 2 sebanyak 164.469 jiwa, desil 3 sebanyak 117.139 jiwa, dan desil 4 sebanyak 96.381 jiwa.
Dari jumlah tersebut, penerima bantuan sosial meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 55.300 keluarga penerima manfaat, bantuan sembako (BPNT) sebanyak 82.258 KPM, serta PBIJK sebanyak 610.294 jiwa.

Gempur Rokok Ilegal -----
“Yang menerima bansos baru 25,39 persen dari total desil 1 sampai 4. Masih ada 404.156 jiwa atau 74,61 persen yang belum mendapatkan bansos,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, jumlah siswa tetap 75 orang tanpa ada yang mengundurkan diri.
BACA JUGA:Gelar Kirab Budaya, Pemkab Gresik Bagikan Ribuan Bandeng kepada Warga
Seluruh orang tua siswa juga telah menerima bantuan modal usaha sesuai kebutuhan dan keterampilan masing-masing, dengan pendampingan dari Dinas Sosial Gresik.
Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini juga tengah membangun gedung Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah dengan progres mencapai 27,36 persen.
“Mohon doa dan dukungan agar sesuai target sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027,” pungkasnya. (rez)
Sumber:







