new idulfitri

Tergiur Harga Murah, Wanita Asal Surabaya Menjadi Korban Penipuan Catering Wedding

Tergiur Harga Murah, Wanita Asal Surabaya Menjadi Korban Penipuan Catering Wedding

Mariza (tengah) diantar calon suaminya melapor ke Rumah Aspirasi Armuji melapor dugaan penipuan catering wedding yang menimpanya. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Warga Surabaya bernama Mariza mengaku menjadi korban penipuan vendor katering pernikahan (wedding) setelah tergiur harga murah yang ditawarkan. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian hingga Rp 18 juta.

Mariza mengungkapkan, kasus ini tidak hanya menimpa dirinya. Tercatat ada 24 orang yang menjadi korban, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 700 juta. Dari jumlah tersebut, lima korban di antaranya merupakan warga Surabaya.

“Dari 24 korban total kerugian mencapai Rp 700 juta,” ujar Mariza, Selasa (31/3).

BACA JUGA:Jalan Kalianak Bawa Korban Lagi, Pemotor Luka Parah Terlindas Trailer di Kalianak

Kasus ini bermula saat Mariza mendatangi pameran wedding yang digelar di Tunjungan Plaza pada bulan November 2025. Ia kemudian tertarik dengan penawaran paket catering yang dinilai jauh lebih murah dibanding vendor lainnya. 

Dengan iming-iming tersebut, Mariza akhirnya melakukan pembayaran sebesar Rp 18 juta untuk paket yang dijanjikan lengkap, mulai dari menu makanan seperti sate hingga es krim.


Mini Kidi Wipes.--

Namun, kecurigaan mulai muncul saat dilakukan sesi tes makanan di sebuah gedung serbaguna. Dari situ diketahui bahwa vendor katering tersebut bermasalah dan diduga melakukan penipuan. Yakni makanannya tidak dikirim, padahal setor sejumlah uang.

Setelah ditelusuri, ternyata jumlah korban terus bertambah. Vendor katering yang dimaksud diketahui beralamat di daerah Rungkut Asri.

"Saya membayar catering sudah lunas. Tapi pernikahan saya masih bulan Juni 2026 dan sudah dibatalkan karena amburadul semua cateringnya," kata Mariza.

Mariza bersama para korban juga sempat mendatangi rumah terduga pelaku di Mojokerto untuk meminta pertanggungjawaban. Saat itu, pihak vendor sempat berjanji akan menjual rumahnya guna mengganti kerugian korban. 

"Namun, belakangan diketahui bahwa sertifikat rumah tersebut bukan atas nama pelaku, melainkan atas nama kakaknya," beber Mariza.


Gempur Rokok Ilegal -----

Mariza juga mendapatkan informasi bila kasus ini pun telah dilaporkan ke Polres Mojokerto  Kota oleh korban asal Mojokerto. Informasi terakhir, terduga pelaku kini telah berstatus tahanan rumah. 

Sumber:

Berita Terkait