new idulfitri

Pakar Ekonomi: Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas

Pakar Ekonomi: Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas

Pakar Ekonomi: Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG) tidak selalu identik dengan pembatasan aktivitas ekonomi. Pendekatan efisiensi justru dinilai mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas, selama dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan.

Ciplis Gema Qoriah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menekankan bahwa konsep hemat energi lebih pada kecerdasan dalam penggunaan. "Artinya dengan ketersediaan yang ada, mampu mengoptimalkan antara biaya dan manfaat dengan dukungan mitigasi risiko yang baik, mengoptimalkan sistem digital dan menciptakan sistem yang tertata lebih rapi," katanya. 

BACA JUGA:Kebijakan WFH Setiap Rabu, Sekwan Pastikan Pelayanan Berjalanan Normal


Mini Kidi Wipes.--

Pada skala rumah tangga, langkah efisiensi dapat dimulai dari hal sederhana seperti penggunaan listrik sesuai kebutuhan, memilih perangkat elektronik berdaya rendah, hingga pengelolaan konsumsi gas secara efektif. Selain itu, perencanaan penggunaan BBM untuk mobilitas harian juga menjadi faktor penting, termasuk mempertimbangkan jarak, akses jalan, dan urgensi aktivitas.


Gempur Rokok Ilegal -----

Pendekatan ini membuat alokasi energi menjadi lebih tepat sasaran tanpa mengurangi produktivitas. Ke depan, pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya di tingkat rumah tangga dinilai berpotensi dikembangkan, dengan dukungan kebijakan pemerintah dalam bentuk subsidi bertahap.

Pada level industri, prinsip efisiensi diterapkan dalam skala lebih besar. Penggunaan energi perlu direncanakan berdasarkan prioritas produksi dan target pendapatan. Optimalisasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, turut berperan dalam menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas output.

BACA JUGA:Dindik Jatim Terapkan Kebijakan WFH Terbatas bagi ASN Mulai 30 Maret, Begini Mekanismenya

Efisiensi juga dapat diperkuat melalui desain sistem produksi dan pencahayaan modern yang hemat energi. Di sisi lain, inovasi energi non-fosil seperti tenaga surya, air, angin, dan sumber kinetik mulai menjadi alternatif strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional.

Dalam konteks yang lebih luas, peran pemerintah menjadi krusial melalui pembangunan infrastruktur transportasi yang efisien.

"Pemerintah perlu memperbaiki infastruktur jalan darat yang rusak secara berkala untuk mengurangi kebutuhan BBM kendaraan. Semakin tidak bagus jalan semakin banyak energi yang dikeluarkan, dan itu berbiaya," kata Ciplis.

BACA JUGA:ASN Jatim WFH Setiap Rabu Berpotensi Hemat BBM hingga 108 Ribu Liter

Ciplis juga menilai pengembangan jalur tol, serta peningkatan moda transportasi laut dan udara akan mampu menekan konsumsi BBM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sumber: