new idulfitri

Perkuat Mutu Pendidikan, 128 Kepala SMA dan SMK Negeri Dilantik

Perkuat Mutu Pendidikan, 128 Kepala SMA dan SMK Negeri Dilantik

Momen pelantikan 128 kepala sekolah SMA/SMK negeri turut dihadiri oleh Gubernur Khofifah.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memperkuat jajaran kepemimpinan di sektor pendidikan menengah. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melantik 128 Kepala SMA dan SMK Negeri dari berbagai wilayah se-Jatim dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Rabu malam, 25 Maret 2026.

Para kepala sekolah yang baru dilantik ini mengemban mandat besar untuk segera tancap gas menjalankan tugas per April 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Dindik Jatim dalam memperkokoh tata kelola serta mendongkrak kualitas layanan pendidikan agar lebih adaptif menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA:Agenda Padat Pendidikan Menanti, Dindik Jatim Harap Siswa dan Guru Kembali dengan Semangat Baru


Mini Kidi Wipes.--

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menekankan bahwa peran kepala sekolah kini tidak lagi sekadar urusan administratif. Mereka dituntut menjadi motor penggerak yang inovatif guna menciptakan lingkungan belajar yang dinamis.

“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi atau pengisian jabatan, tetapi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Kepala sekolah harus mampu menjadi leader yang menginspirasi guru dan siswa,” ujar Aries, Kamis, 26 Maret 2026.


Gempur Rokok Ilegal -----

Ia menambahkan bahwa di tengah era digitalisasi, kepala sekolah harus jeli melihat kebutuhan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Program-program unggulan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik menjadi harga mati bagi setiap satuan pendidikan.

BACA JUGA:Percepat Akses Pendidikan Inklusif, Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Modern dengan Asrama Gratis

Secara spesifik, Aries mengarahkan agar SMK terus memperkuat sinergi dengan dunia industri demi menjamin kompetensi lulusan yang terserap pasar kerja. Sementara untuk jenjang SMA, fokus utama diletakkan pada penguatan karakter, prestasi akademik, serta kesiapan siswa menuju jenjang pendidikan tinggi.

Selain aspek operasional, integritas tetap menjadi poin krusial yang digarisbawahi oleh Kadindik Jatim. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah wajib dijaga demi mempertahankan kepercayaan publik.

“Integritas adalah kunci. Kepala sekolah harus menjadi teladan, baik bagi guru maupun siswa. Jangan sampai ada praktik yang mencederai dunia pendidikan,” tegasnya. (bin)

Sumber: