Hari Raya Idulfitri 1447 H

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Selama Mudik 2026

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Selama Mudik 2026

Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, membeberkan kesiagaan BPBD selama mudik lebaran 2026--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov) mulai bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Idul Fitri 1447 H/2026 M. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan, mulai dari kesiapsiagaan bencana, pengawasan jalur mudik, hingga pengaturan arus penumpang di terminal dan bandara.


Peta jalur mudik aman bencana 2026--

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan kesiapan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Polda Jatim, BPBD kabupaten/kota, serta berbagai instansi terkait. Hal ini dilakukan karena pergerakan masyarakat saat Lebaran diperkirakan sangat tinggi, baik warga yang mudik ke luar daerah maupun yang datang berkunjung ke Jawa Timur.

Menurut Gatot, selain tingginya mobilitas masyarakat, potensi cuaca ekstrem juga masih perlu diwaspadai berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi hujan ekstrem di sejumlah wilayah rawan bencana.

 

OMC direncanakan berlangsung sekitar 10 hari, mulai 16 Maret hingga lima hari setelah Lebaran. Dalam periode tersebut akan dilakukan sekitar 22 sorti penerbangan untuk menekan intensitas hujan, terutama di daerah yang rawan banjir dan longsor.

"Langkah ini penting karena saat libur Lebaran banyak masyarakat yang juga berwisata ke berbagai daerah di Jawa Timur," kata Gatot. 

Selain operasi modifikasi cuaca, BPBD Jatim juga menyiapkan jaringan posko siaga. Total ada 38 posko di tingkat kabupaten/kota dan satu posko induk di kantor BPBD provinsi. Sekitar 300 personel juga disiagakan untuk penanganan kebencanaan selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.

 

Secara keseluruhan, Pemprov Jatim bahkan menyiapkan sekitar 100 pos mudik Lebaran yang tersebar di berbagai daerah untuk membantu pemudik, sekaligus memantau kondisi jalur transportasi.

Berdasarkan peta Jalur Mudik Aman Bencana 2026, terdapat dua ancaman utama yang perlu diwaspadai pemudik, yakni banjir dan longsor.

Di jalur Pantai Utara (Pantura), potensi banjir cukup tinggi karena wilayahnya berupa dataran rendah. Beberapa daerah yang perlu diwaspadai antara lain Lamongan, Gresik, Surabaya, hingga Pasuruan. Sementara di Pulau Madura, titik rawan banjir berada di Kabupaten Sampang serta sebagian wilayah Bangkalan dan Sumenep.

 

Untuk wilayah jalur tengah dan pegunungan, potensi longsor mulai muncul di sejumlah titik seperti Mojokerto, Jombang, hingga Nganjuk. Jalur menuju Madiun dan Magetan yang mengarah ke kawasan Gunung Lawu juga perlu diwaspadai karena memiliki kemiringan cukup curam.

Sumber: