new idulfitri

Skandal Solar Subsidi Jember: Garis Polisi Raib, Legislator Meradang, Kapolres Ungkap Fakta Mengejutkan

Skandal Solar Subsidi Jember: Garis Polisi Raib, Legislator Meradang, Kapolres Ungkap Fakta Mengejutkan

Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra akhirnya buka suara--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kabut misteri sempat menyelimuti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari. Garis polisi (police line) yang sebelumnya melilit erat area tersebut sebagai bukti dugaan penyelewengan solar bersubsidi, mendadak sirna. Sontak, pencopotan segel ini memicu kegaduhan dan tanda tanya besar di tengah publik.

​Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, menjadi sosok yang paling keras menyuarakan keheranannya. Politikus Partai NasDem ini menilai, hilangnya garis kuning tersebut seolah menjadi "anomali" di tengah proses penyelidikan yang diklaim masih berjalan panas.

​"Mestinya segala sesuatu yang dilakukan Polres Jember dari hasil penyelidikan harus tersampaikan kepada saya (sebagai pelapor)," tegas David dengan nada tinggi.

BACA JUGA:Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi, SPBU di Jalan Teuku Umar Jember Disegel


Mini Kidi Wipes.--

​David menekankan bahwa transparansi bukan sekadar formalitas, melainkan benteng agar tidak muncul kecurigaan liar di masyarakat. Apalagi, penyegelan awal dilakukan secara "high-profile" oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi.

​"Menurut saya, ini sesuatu yang tidak terkoordinasi. Ada rekaman yang saya miliki, dan saya akan pertanyakan langsung ke Polres mengapa garis polisi itu sudah dibuka," imbuh pria yang akrab disapa David ini.


Gempur Rokok Ilegal.--

​Merespons riuh rendah tudingan tersebut, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra akhirnya buka suara. Ia meluruskan bahwa pencopotan segel bukan berarti kasus menguap begitu saja. Langkah tersebut merupakan hasil dari gelar perkara yang dilakukan secara presisi oleh tim penyidik.

​“Hasil gelar perkara, penyidik memutuskan untuk memfokuskan kasus ini. Sehingga, hanya area bio solar saja yang kami segel kembali,” papar AKBP Bobby dengan tegas. Selasa 17 Maret 2026.

BACA JUGA:Parah, Warga Berebut Solar Tumpah dari Truk Tangki yang Kecelakaan di Tol Jombang - Mojokerto

​Ia menjelaskan bahwa fokus penyelidikan kini mengunci angka sekitar 4.000 liter BBM jenis solar yang diduga diselewengkan. Meski garis polisi di area umum dicopot, bukan berarti SPBU tersebut bisa bernapas lega.

​Bak jatuh tertimpa tangga, meski garis polisi kini hanya melingkari nozzle bio solar, seluruh operasional SPBU Tegal Besar tersebut kini justru lumpuh total. Pihak Pertamina mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas penjualan, termasuk BBM non-subsidi seperti Pertalite dan Pertamax.

​“Hari ini sudah dilakukan penyegelan oleh Pertamina. SPBU tersebut dinyatakan dalam masa pembinaan,” lanjut Bobby.

Sumber: