selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Penyandang Disabilitas di Sukoharjo Kini Punya Penghasilan

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Penyandang Disabilitas di Sukoharjo Kini Punya Penghasilan

Salah satu kisah inspiratif datang dari Rohmat Riyadi (24), warga yang kini bekerja di dapur layanan gizi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.-Foto:Istimewa.-

SUKOHARJO, MEMORANDUM.DISWAY.IDProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Rohmat Riyadi (24), warga yang kini bekerja di dapur layanan gizi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Setiap hari sebelum aktivitas dapur dimulai, Rohmat tampak sibuk membersihkan area fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo.

Dengan mengenakan masker, penutup kepala, dan sarung tangan, ia memastikan seluruh area dapur hingga toilet tetap bersih sebelum digunakan oleh para pekerja yang menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak penerima program MBG.

BACA JUGA:Anak-Anak Aceh Tamiang Antusias Program MBG, Menu Ayam, Daging Lembu hingga Buah Segar


Mini Kidi Wipes.--

Rohmat berasal dari Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Ia memiliki keterbatasan fisik berupa gangguan penglihatan pada mata kiri serta disabilitas pada kaki kiri akibat polio sejak kecil.

Kondisi tersebut membuat langkahnya tidak sepenuhnya tegak saat berjalan.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menghalangi Rohmat untuk tetap bekerja dan berkontribusi. Saat ini ia dipercaya menjadi petugas kebersihan di dapur MBG yang dikelola oleh Yayasan Permata Mitra Keluarga.

Bagi Rohmat, pekerjaan ini memiliki arti lebih dari sekadar sumber penghasilan. Ia merasa dihargai karena dapat bekerja dan diperlakukan setara dengan rekan-rekan lainnya.

Menurut Rohmat, lingkungan kerja di dapur MBG sangat mendukung dan tidak membeda-bedakan dirinya sebagai penyandang disabilitas.


Gempur Rokok Ilegal.--


Sebelumnya, Rohmat sempat mengalami pemutusan hubungan kerja dari pabrik mebel tempatnya bekerja. Karena itu, kesempatan bergabung dalam program MBG menjadi pengalaman yang sangat berarti baginya.

Ia mengaku bersyukur karena melalui pekerjaan tersebut ia dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan beban orang tuanya.

Jika suatu saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, Rohmat mengatakan ingin menyampaikan rasa terima kasih secara langsung.

Rohmat juga berharap program dapur MBG dapat terus berjalan sehingga semakin banyak penyandang disabilitas maupun kelompok rentan lainnya memperoleh kesempatan kerja yang setara.

Kisah Rohmat menjadi contoh bahwa program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Melalui operasional dapur SPPG di berbagai daerah, program ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh berbagai lapisan masyarakat.


Sumber: