SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemilihan kepala desa di Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo menghadirkan empat kandidat yang menawarkan berbagai gagasan terkait transparansi anggaran, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan penguatan ekonomi masyarakat, Jumat 13 Maret 2026.
Suasana menjelang pemilihan kepala desa mulai terasa di Desa Kramat Jegu.

Mini Kidi Wipes.--
Baliho para kandidat berdiri di sejumlah sudut kampung.
Di warung kopi hingga teras rumah warga, perbincangan mengenai masa depan desa semakin sering terdengar.
Bagi warga, kontestasi Pilkades kali ini bukan sekadar memilih pemimpin baru, melainkan juga menentukan arah pembangunan desa beberapa tahun ke depan.
BACA JUGA:Dari Keluhan Ibu-Ibu hingga UMKM, Ayun Faria Sapta Maju Pilkades Pabean Sedati
Isu transparansi anggaran, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat menjadi topik yang paling sering muncul dalam diskusi warga.
Salah satu calon kepala desa, Imam Muslim, menilai transparansi pengelolaan dana desa menjadi hal penting yang perlu diperkuat dalam tata kelola pemerintahan desa.
BACA JUGA:Peresmian Posko Siaga Idulfitri 1447 H di Bandara Juanda Surabaya
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui secara terbuka sumber dan penggunaan anggaran desa, termasuk dalam setiap kegiatan pembangunan di tingkat lingkungan.
"Ketika ada pembangunan di wilayah RT, masyarakat sebaiknya dilibatkan dan diberi penjelasan mengenai anggaran yang digunakan. Dengan begitu proses pembangunan akan lebih terbuka," ujarnya saat ditemui wartawan di kediamannya.

Gempur Rokok Ilegal.--
Selain transparansi, Imam Muslim juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang mudah diakses masyarakat.
Imam berpendapat pelayanan kepada warga tidak seharusnya dibatasi secara kaku oleh jam kerja formal.
"Jika ada warga yang membutuhkan pelayanan di luar jam kerja, kami tetap berusaha melayani selama itu untuk kepentingan masyarakat," katanya.
BACA JUGA:Ramadan Penuh Kepedulian, Kecamatan Taman Sidoarjo Santuni 72 Anak Yatim dan 18 Duafa
Dalam hal pembangunan desa, ia menilai penentuan program perlu dilakukan melalui musyawarah desa bersama tokoh masyarakat agar kebutuhan yang paling mendesak dapat diprioritaskan.
Imam juga melihat potensi ekonomi masyarakat melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dinilai masih dapat dikembangkan lebih jauh, misalnya melalui dukungan permodalan dari koperasi desa.
BACA JUGA:TKD 3.500 Meter Persegi Jadi Rumah Kos, Warga Damarsi Buduran Desak Kejari Sidoarjo Usut Dugaan Korupsi
Selain itu, Imam Muslim menilai pentingnya menyediakan ruang aktivitas positif bagi generasi muda.
"Sarana olahraga atau kegiatan kepemudaan dapat menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk beraktivitas secara lebih bermanfaat," ujarnya.
Sementara itu, kandidat lain, Sumar, datang dengan latar belakang kehidupan yang sederhana.
BACA JUGA:Kapolsek Taman Bersama Bhayangkari dan Anggota Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan Raya Kalijaten
Sumar menceritakan bahwa dirinya berasal dari keluarga perantau yang menetap di Desa Kramat Jegu.
Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sedangkan ibunya berjualan gorengan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Sumar menempuh pendidikan dasar sebelum kemudian melanjutkan pendidikan di pesantren selama beberapa tahun.
BACA JUGA:Jelang Hari Raya Idulfitri, DPRD Sidoarjo Desak Pemkab Perbaiki Jalan Rusak
Pengalaman hidup tersebut, menurutnya, membentuk pandangannya tentang pentingnya solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat desa.
"Saya ingin masyarakat saling peduli satu sama lain. Ketika tetangga mengalami kesulitan, kita juga harus ikut membantu," ujarnya.
Sumar mulai aktif dalam kegiatan masyarakat sejak bergabung dengan Karang Taruna hingga kemudian dipercaya menjadi ketua RW.
BACA JUGA:Polsek Krian Amankan Kegiatan Berbagi Takjil SDN 4 Krian
Jika dipercaya memimpin desa, Sumar berencana memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, BUMDes di Desa Kramat Jegu sebenarnya sudah berjalan, namun masih perlu pengelolaan yang lebih profesional agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Sumar juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga yang memiliki latar belakang berbeda.
BACA JUGA:Polsek Balongbendo Panen Raya Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
"Perbedaan suku maupun agama tidak boleh menjadi alasan untuk saling membeda-bedakan. Kita harus tetap hidup berdampingan secara damai," kata Sumar.
Di sisi lain, kandidat Samsul Arifin menyoroti kondisi infrastruktur yang menurutnya masih membutuhkan perhatian.
Purnawirawan Marinir tersebut menilai beberapa ruas jalan di wilayah desa sudah mengalami kerusakan sehingga perlu segera diperbaiki.
"Pelayanan kepada masyarakat sebenarnya sudah berjalan cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan. Infrastruktur juga masih memerlukan banyak pembenahan," ujarnya.
BACA JUGA:Solid dan Peduli, Forkopimda Sidoarjo Bagikan Ratusan Takjil di Alun-Alun
Sejak menetap di Desa Kramat Jegu, Samsul Arifin aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Samsul pernah dipercaya menjadi wakil ketua RT, kemudian ketua RT selama dua periode, hingga menjabat sebagai ketua RW.
Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami kebutuhan masyarakat desa.
BACA JUGA:Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polsek Balongbendo Terjunkan Patroli Perintis Presisi Sisir Titik Rawan Jelang Sahur
Selain persoalan infrastruktur, ia juga melihat potensi ekonomi masyarakat melalui berbagai usaha kecil yang dijalankan warga.
Menurutnya, potensi tersebut masih dapat dikembangkan lebih baik jika pemerintah desa mampu mengoordinasikan serta memberikan dukungan yang tepat.
"Potensi UMKM sebenarnya sudah ada. Tinggal bagaimana pemerintah desa bisa membantu mengembangkan dan mengoordinasikannya," kata Samsul.
BACA JUGA:Dua Cakades Pepelegi Waru Bakal Bertarung dalam Pilkades
Samsul juga menilai pentingnya meningkatkan komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat, terutama terkait informasi program pembangunan maupun penggunaan anggaran desa.
Menurutnya, keterbukaan informasi dapat membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Di tengah dinamika Pilkades, para kandidat berharap proses demokrasi di tingkat desa tetap berlangsung secara damai.
BACA JUGA:Jelang Hari Raya Idulfitri, DPRD Sidoarjo Desak Pemkab Perbaiki Jalan Rusak
Perbedaan pilihan dinilai sebagai hal yang wajar, namun kebersamaan warga tetap harus dijaga.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, calon kepala desa nomor urut 1, Muslimin, belum memberikan tanggapan saat dihubungi wartawan untuk dimintai keterangan mengenai visi dan program yang akan dibawanya dalam Pilkades Desa Kramat Jegu.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada panitia penyelenggara Pilkades Kramat Jegu.
BACA JUGA:Pemdes Karangpuri Wonoayu Pajang Realisasi Anggaran
Namun hingga berita ini disusun, panitia belum dapat memberikan keterangan karena kesibukan aktivitas penyelenggaraan kegiatan.
Bagi sebagian warga, Pilkades kali ini dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah pembangunan desa ke depan.
Harapan masyarakat pun bermunculan mulai dari pelayanan publik yang lebih baik, transparansi pengelolaan anggaran desa, hingga penguatan ekonomi warga melalui berbagai program pemberdayaan.
Di tengah berbagai gagasan yang ditawarkan para kandidat, warga kini menunggu satu hal yang paling menentukan yaitu siapa yang dipercaya memimpin dan membawa Desa Kramat Jegu melangkah ke masa depan. (gus/san)