Petani Mojotamping Mojokerto Demo Tolak Galian C Ilegal, Ekskavator Dipaksa Keluar
mojokerto, galian c ilegal, petani demo, irigasi pertanian, tambang ilegal,--
MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sejumlah petani Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi demonstrasi menolak aktivitas penambangan galian C ilegal yang dinilai mengancam saluran irigasi pertanian mereka, Rabu 11 Maret 2026.
Aksi penolakan berlangsung di lokasi penambangan di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari.

Mini Kidi Wipes.--
Selain para petani, aksi tersebut juga didampingi mahasiswa dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mojokerto.
Dalam aksi itu massa membentangkan spanduk bertuliskan “Tutup Lokasi Galian C Ilegal yang Bisa Merusak Pengairan Petani”.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Ribuan Santri Tebuireng Jombang Mudik Bareng ke Berbagai Daerah
Massa juga menghentikan aktivitas tambang dan mengeluarkan secara paksa ekskavator dari area penggalian.
Perwakilan warga Sultoni mengatakan aktivitas galian C tersebut berpotensi merusak saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian di Dusun Sumberpandan, Desa Mojotamping.
Jika dibiarkan, para petani khawatir lahan mereka menjadi tandus dan tidak bisa lagi ditanami.
BACA JUGA:Bupati Warsubi Lantik 23 PNS di Pendopo Jombang, Tekankan ASN Berakhlak dan Berorientasi Pelayanan
“Galian C ini merusak irigasi Dusun Sumberpandan, Desa Mojotamping. Kalau diteruskan pasti rusak, akhirnya petani Desa Mojotamping semua terdampak tanahnya tandus, tidak bisa ditanami lagi,” kata Sultoni.
Menurutnya, meski lokasi penambangan berada di wilayah Desa Pekukuhan, pengerukan menggunakan alat berat sangat berpotensi merusak sistem pengairan yang selama ini menjadi sumber kehidupan petani Mojotamping.

Gempur Rokok Ilegal.--
Ia menyebut aktivitas pengerukan material tambang tersebut telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Melihat ancaman terhadap lahan pertanian mereka, para petani menggelar rapat dan sepakat menolak aktivitas tambang yang diduga ilegal tersebut.
Sultoni berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk menghentikan kegiatan penambangan agar tidak kembali beroperasi.
BACA JUGA:PJU Padam Berbulan-bulan, Jalur Bareng–Mojoagung Gelap Gulita dan Rawan Kecelakaan
“Masyarakat semua sepakat menolak karena irigasi khawatir rusak. Namun pengusaha tetap melanjutkan penggalian. Warga akhirnya tak terima dan melakukan aksi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mojotamping Sumanan yang turut hadir di tengah massa mengatakan aktivitas penambangan di wilayah Desa Pekukuhan tersebut sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 2023 dan mendapat penolakan dari warga.
BACA JUGA:Kapolres Jombang Pimpin Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Desa Ngumpul
Menurutnya, para petani Dusun Sumberpandan telah membuat surat pernyataan penolakan terhadap galian C ilegal tersebut dan pemerintah desa mendukung penuh aspirasi masyarakat.
“Saya menuruti kehendak masyarakat. Semua kegiatan penambangan dari awal sampai akhir tidak pernah menghubungi desa. Semua warga dan petani Sumberpandan tidak setuju dan menolak keras,” tandasnya. (no)
Reporter
Reporter: –
Keyword Pendek
Keyword PanjangCaption
Caption: Petani melakukan aksi demonstrasi menolak aktivitas galian C ilegal di wilayah Mojokerto.
Sumber:




