selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Tak Ingin Warga Celaka Saat Mudik, Pemkab Jember Kejar Tayang Tambal Jalur Berlubang

Tak Ingin Warga Celaka Saat Mudik, Pemkab Jember Kejar Tayang Tambal Jalur Berlubang

Tim Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang mulai bergerak cepat menyembuhkan luka-luka di badan jalan.--

​JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menjelang hiruk-pikuk arus mudik Lebaran Idulfitri, kenyamanan dan keselamatan pengendara menjadi prioritas utama. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang mulai bergerak cepat menyembuhkan luka-luka di badan jalan yang kerap dikeluhkan warga.

​Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember, Juprino, menyatakan bahwa langkah ini adalah bentuk respons cepat pemerintah agar masyarakat bisa pulang kampung dengan perasaan tenang.

BACA JUGA:Pemkab Jember Pastikan Stok BBM Aman, Pj Sekda Sidak Sejumlah SPBU


Mini Kidi Wipes.--

​"Kami kerahkan seluruh Tim Unit Reaksi Cepat (URC). Fokus kami adalah titik-titik vital yang menjadi urat nadi mobilitas warga, agar saat arus mudik nanti, jalanan sudah layak dan aman dilalui," ujar Juprino, Selasa 10 Maret 2026.

​Proses perbaikan ini dipacu agar selesai paling lambat 19 Maret 2026. Batas waktu ini sengaja ditetapkan agar pengerjaan jalan tidak justru menjadi penghambat atau pemicu kemacetan saat volume kendaraan mulai memuncak menjelang Hari Raya.

BACA JUGA:Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih, Pemkab Jember Percepat Sertifikasi Lahan

​Juprino merinci, setidaknya ada 10 ruas jalan strategis yang menjadi sasaran utama tim URC, di antaranya ​Kecamatan Sumbersari: Ruas Jalan Tawangmangu, ​Kecamatan Ledokombo: Jalur Lembengan – Cumedak, ​Kecamatan Jenggawah: Ruas Gayasan – Jatirejo, ​Jalur Penghubung: Ambulu – Mangli, Sukoreno – Tegallo (Kalisat), hingga Kemuningsari Lor – Tamangluguh (Bangsalsari).

​Area Lainnya: Jalan Basuki Rahmat (Jombang), Kertosari – Antirogo (Pakusari), Kasiyan – Grenden (Puger), dan Karangbayat – Mangungan (Sumberbaru).

​"Ruas-ruas ini kami prioritaskan karena merupakan jalur penghubung utama yang setiap harinya padat kendaraan," tambahnya.

BACA JUGA:Lawan Kemiskinan dan Banjir, Pemkab Jember Satukan Kekuatan APBD dan Dana MBG Rp4 Triliun

​Di sisi lain, langkah cepat pemerintah ini disambut baik namun dengan catatan oleh masyarakat. Warga berharap penambalan ini dilakukan dengan kualitas yang mumpuni, bukan sekadar perbaikan formalitas yang mudah rusak kembali saat terkena hujan atau beban kendaraan berat.

​Herma, salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya jika perbaikan hanya bersifat sementara.


Gempur Rokok Ilegal.--

Sumber:

Berita Terkait