selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Ironi di Makam Pencipta Indonesia Raya, Bersebelahan dengan Depo Sampah

Ironi di Makam Pencipta Indonesia Raya, Bersebelahan dengan Depo Sampah

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memberikan bantuan alat musik.-Sujatmiko-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peringatan Hari Musik Nasional 2026 di makam Wage Rudolf Supratman di Surabaya diwarnai ironi. 

BACA JUGA:Lagu WR Soepratman yang Hilang Seabad Muncul Kembali, Heri Lentho: Ini Harta Karun Musik Bangsa

Di tengah penghormatan terhadap pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, pengunjung masih harus mencium bau menyengat dari depo sampah yang berada tak jauh dari lokasi makam.


Mini Kidi Wipes.--

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8-9 Maret 2026, dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. 

Dalam acara tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan alat musik kepada pekerja seni binaan Institut Musik Jalanan sebagai dukungan bagi para musisi muda.

Ketua panitia peringatan Hari Musik Nasional, Heri Prasetyo atau Heri “Lentho”, menyoroti kondisi lingkungan di sekitar makam yang dinilainya belum mencerminkan penghormatan terhadap tokoh besar bangsa.

Menurutnya, keberadaan depo sampah yang aromanya menyengat kerap dikeluhkan pengunjung yang datang untuk berziarah maupun mempelajari sejarah.

“Di sekitar makam ini masih terdapat tempat penampungan sampah yang aromanya sangat mengganggu. Kondisi ini tentu kurang mencerminkan penghormatan terhadap situs sejarah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pemindahan depo sampah tersebut agar kawasan makam menjadi lebih layak sebagai ruang penghormatan sejarah.

Makam Soepratman selama ini menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi masyarakat, terutama saat peringatan Hari Musik Nasional. 

Banyak pengunjung datang untuk mengenang jasa sang komponis yang menciptakan lagu Indonesia Raya, yang pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda Kedua 1928.


Gempur Rokok Ilegal.--

Menanggapi aspirasi tersebut, Emil Dardak mengatakan pihaknya akan mempelajari persoalan tersebut.

Sumber: