selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Mensos dan Menkop UKM Kunjungi Desa Gejugjati Pasuruan Dorong Program Koperasi Desa Merah Putih

Mensos dan Menkop UKM Kunjungi Desa Gejugjati Pasuruan Dorong Program Koperasi Desa Merah Putih

Mensos Saifullah Yusuf dan Menkop UKM Ferry Joko Juliantono meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Gejugjati.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono melakukan kunjungan kerja ke Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan untuk mendorong pengembangan program Koperasi Desa Merah Putih, Selasa 10 Maret 2026.


Mini Kidi Wipes.--

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Salah satu program yang diperkenalkan yakni bantuan paket ayam petelur untuk 100 keluarga Program Keluarga Harapan (PKH).

“Secara hitungan, dari paket ayam petelur ini, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan sekitar Rp 20 ribu setiap harinya. Jika program di Gejugjati ini sukses, kita akan duplikasi dan tambah kapasitasnya di tempat lain,” ujar Saifullah Yusuf.

BACA JUGA:15 Jam Pencarian, Remaja Pasuruan yang Tenggelam di Bekas Galian C Ditemukan Meninggal Dunia

Mantan Wali Kota Pasuruan itu menjelaskan bahwa di Jawa Timur terdapat sekitar 600.000 warga penerima manfaat, termasuk yang berada di Kabupaten Pasuruan.

Saifullah Yusuf berharap bantuan perlindungan sosial untuk kebutuhan pokok tidak berhenti pada tahap bantuan, tetapi berlanjut pada program pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA:Usulan Infrastruktur Dominasi Musrenbang RKPD Kota Pasuruan 2027

“Kita ingin setiap tahun jumlah warga yang ‘lulus’ atau naik kelas dari kemiskinan terus bertambah. Koperasi Desa Merah Putih inilah yang akan menjadi mesin penggeraknya agar warga lebih sejahtera secara bertahap,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono menegaskan pembangunan fisik berupa gudang dan fasilitas yang dikerjakan PT Agrinas bersama TNI merupakan sarana bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha melalui koperasi.

“Bangunan ini bukan milik kementerian atau pekerja sosial, tapi milik masyarakat Desa Gejugjati yang tergabung dalam koperasi. Di desa ini sudah ada 400 penerima PKH yang resmi menjadi anggota koperasi, dan kami dorong total 700 warga di sini bergabung semua,” jelas Ferry.


Gempur Rokok Ilegal.--

Menurutnya, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan gagasan pemerintah untuk mentransformasi perekonomian masyarakat desa.

Melalui koperasi tersebut, warga dapat mengelola usaha secara mandiri serta memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang disiapkan pemerintah.

“Hasil telur dari bantuan Kemensos nantinya dijual di toko koperasi ini. Keuntungannya atau Sisa Hasil Usaha (SHU) akan kembali lagi ke warga. Ini adalah ekosistem sinergi antara Kemensos, Kemenkop UKM, dan BUMN untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat agar keluar dari kemiskinan ekstrem,” pungkasnya. (kd/mh)

Sumber: