Rumpon Hancur Tertabrak Kapal, Nelayan Kerang Hijau Gresik Mengadu ke DPRD Jatim Tuntut Ganti Rugi Rp800 Juta
Sejumlah nelayan pembudidaya kerang hijau dari Kabupaten Gresik mendatangi Komisi B DPRD Jawa Timur--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gegara rumpon dan area budidaya tertabrak kapal yang lepas kendali pada awal Januari lalu, sejumlah nelayan pembudidaya kerang hijau di Kabupaten Gresik merugi. Kejadian ini disampaikan perwakilan nelayan Gresik saat hearing dengan Komisi B DPRD Jawa Timur.
Mereka mengadukan kerusakan rumpon dan area budidaya membuat usaha mereka kacau. Dihadapan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Abdul Qodir, insiden tersebut terjadi sekitar 10 Januari 2026.
BACA JUGA:DPRD Jatim Dukung Pembatasan Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Mini Kidi Wipes.--
“Sebuah kapal yang sebelumnya ditarik kapal lain diduga terlepas lalu menghantam rumpon milik nelayan,” terang perwakilan nelayan, Selasa 10 Maret 2026.
Menanggapi kejadian itu, Abdul Qodir anggota DPRD Jatim terdampak adalah rumpon-rumpon atau tempat budidaya kerang hijau milik nelayan.
BACA JUGA:Komisi A DPRD Jatim Nilai Sekdaprov Lamban Terjemahkan Instruksi Gubernur Terkait Rotasi Jabatan OPD
MenurutbAbdul Qodir pertemuan dan mediasi sebenarnya sudah sempat dilakukan antara nelayan dan pihak pemilik kapal. “Namun hingga kini belum ada kesepakatan soal nilai ganti rugi,” sebutnya.
Karena itu para nelayan memilih melapor ke DPRD Jatim. Mereka berharap ada kepastian kompensasi atas kerugian yang dialami.
“Kesimpulan sementara, kami serahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan mediasi dengan PT pemilik kapal yang menabrak rumpon tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA:Warga Sekitar Gedung DPRD Jatim Digelontor 250 Paket Sembako
Dari perhitungan awal para nelayan, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Meski begitu, DPRD meminta agar angka tersebut diverifikasi oleh tim dari DKP Jatim agar diperoleh nilai yang rasional.
“Nanti dihitung kembali oleh DKP bersama timnya. Setelah itu dimediasi. Yang penting jangan terlalu lama, kasihan para nelayan,” tegasnya.
Politisi itu juga menilai kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pengelolaan ruang laut di wilayah Pantura Jawa Timur. Selama ini area budidaya nelayan kerap berada di jalur mobilitas kapal-kapal perusahaan besar.
Sumber:




