Takbiran Berbarengan Nyepi, Ini Panduan dari Kemenag untuk Umat Islam di Bali
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, membeberkan terkait panduan khusus takbiran Idul Fitri 1447 H/ 2026 M di Bali. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan panduan khusus apabila malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah bertepatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Pedoman ini disusun agar dua perayaan besar umat beragama tersebut tetap bisa berlangsung dengan damai dan saling menghormati, khususnya di Bali.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menjelaskan bahwa panduan tersebut lahir dari hasil koordinasi bersama pemerintah daerah, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat Bali.
BACA JUGA:Mudik Bareng Nyepi, Pemprov Jatim dan Menhub Matangkan Kesiapan Posko Angkutan Lebaran 2026

Mini Kidi Wipes.--
Menurutnya, sejak awal berbagai pihak sudah duduk bersama untuk mencari jalan terbaik apabila malam takbiran dan Nyepi benar-benar berlangsung pada waktu yang sama.
"Prinsipnya, jika memang waktunya bersamaan, kedua perayaan tetap dapat dijalankan dengan saling menghormati dan penuh pengertian," ujar Thobib, dari keterangan yang diterima, pada Senin, 9 Maret 2026.
Dalam panduan tersebut, umat Islam di Bali tetap diperbolehkan melaksanakan takbiran, namun dengan beberapa penyesuaian.
Takbiran dianjurkan dilaksanakan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai pukul 18.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA.
BACA JUGA:Tips Aman Mengemudi Jarak Jauh Saat Mudik Lebaran 2026 Agar Tetap Fokus dan Tidak Mengantuk
Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
• Tidak menggunakan pengeras suara
• Tidak menyalakan petasan atau mercon
• Tidak membuat bunyi-bunyian yang mengganggu
• Menggunakan penerangan secukupnya
Sumber:




