Dermaga Batin Nur Rina Noviandari, Jemput Hidayah yang Bersemi Sejak Kecil
Nur Rina Noviandari.-Alif Bintang-
Di sebuah sudut rumah di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Nur Rina Noviandari menjalani hari-harinya dengan raut wajah yang teduh. Di usianya yang menginjak 54 tahun, perempuan yang akrab disapa Ririn ini tampak telah menemukan pelabuhan terakhir bagi batinnya.
BACA JUGA:Perjalanan Spiritual Annis dari Tanah Suci ke Tuban, Menjemput Hidayah Melalui Jejak Sunan Bonang
Namun, untuk sampai di titik tenang ini, Ririn harus menempuh perjalanan spiritual panjang yang dimulai dari sebuah rasa penasaran di masa kecil.
Lahir dan besar dalam pelukan hangat keluarga Katolik yang taat, Ririn kecil sebenarnya tumbuh layaknya anak-anak pada umumnya.
BACA JUGA:Merinding Baca Syahadat, Kisah Perjalanan Spiritual Angga Wibisono Jadi Mualaf
Namun, ada satu hal yang membedakannya, yakni sebuah ketertarikan rahasia terhadap suara azan dan gerakan sujud yang ia lihat setiap hari. Ketertarikan Ririn pada Islam bukan datang tiba-tiba saat dewasa, melainkan benih yang sudah tertanam sejak ia masih berseragam sekolah dasar.
BACA JUGA:Perjalanan Spiritual Annis dari Tanah Suci ke Tuban, Menjemput Hidayah Melalui Jejak Sunan Bonang
Di tengah lingkungan sekolah Katolik dari TK hingga SMA, Ririn justru merasa ada magnet kuat yang menariknya ke arah yang berbeda.
"Saya tumbuh di lingkungan Katolik. Papa-Mama Katolik, adik juga. Tapi asisten rumah tangga yang mengasuh saya adalah seorang muslimah yang sangat taat. Salatnya rajin sekali," kenang Ririn dengan tatapan menerawang.
BACA JUGA:Perjalanan Tabitha Menuju Rumah Kedamaian, Simfoni Iman yang Sempat Terguncang
Bermula dari melihat sang pengasuh, Ririn mulai mencoba-coba secara sembunyi-sembunyi. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, ia kerap ikut berpuasa dan mencoba meniru gerakan salat.
Ada sebuah kenyamanan yang sulit ia jelaskan dengan kata-kata, sebuah rasa tenang yang tidak ia temukan di tempat lain. Baginya, saat itu Islam terasa lebih relevan dalam menjawab pergolakan batinnya mengenai konsep ketuhanan.
BACA JUGA:Perjalanan Bobby Lubis Temukan Rumah di Dalam Islam, Saat Cinta Membuka Pintu Langit
Dari sana, Ririn percaya bahwa hidayah bukanlah tamu yang akan mengetuk pintu berkali-kali jika terus diabaikan.
Sumber:




