Waspada Daging Glonggongan! Dinas Peternakan Jombang Sidak Pedagang Luar Daerah Tanpa Dokumen Kesehatan
Petugas Disnak Jombang saat sidak ke pasar--
JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peredaran daging sapi diduga glonggongan di wilayah Kabupaten Jombang bikin ketar-ketir. Dinas Peternakan Jombang menemukan pedagang asal Krian, Sidoarjo, yang menjual daging tanpa dilengkapi dokumen kesehatan hewan.
Temuan itu bermula dari laporan pedagang di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang yang curiga dengan daging dari luar daerah yang masuk ke lapaknya. Mendapat laporan tersebut, Dinas Peternakan langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak pada awal Ramadan.
BACA JUGA:Daging dari Luar Daerah Merajalela, Pedagang Daging PCN Protes ke Dinas Peternakan

Mini Kidi Wipes.--
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jombang, Aziz Daryanto, mengatakan saat pemeriksaan, pedagang asal Krian tersebut tidak dapat menunjukkan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asalnya.
“Waktu kami periksa, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan dokumen kesehatan hewan,” ujarnya.
Tak hanya itu, secara fisik kondisi daging juga mencurigakan. Teksturnya terlihat lebih basah dari biasanya. Harga yang ditawarkan pun berada di bawah standar pasar.
“Kondisi daging cukup basah. Ada dugaan itu daging sapi glonggongan. Sebelum disembelih, sapi diberi minum berlebihan supaya bobotnya bertambah. Tapi itu kan air, sehingga daging jadi basah,” jelas Aziz.
Praktik glonggongan dikenal merugikan konsumen karena kualitas daging menurun dan kadar airnya tinggi. Meski beratnya bertambah, kandungan gizinya tidak sebanding. Harga yang lebih murah kerap menjadi daya tarik bagi pembeli.
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi Sekilo Rp120 Ribu

Gempur Rokok Illegal--
Aziz mengungkapkan, di PCN terdapat tiga pedagang asal luar daerah yang berjualan daging sapi. Pihaknya telah memberikan peringatan sekaligus pembinaan agar setiap pedagang wajib membawa surat keterangan sehat dari dinas peternakan daerah asal.
“Kami sudah ingatkan, kalau berjualan harus ada surat keterangan kesehatan hewan. Kualitas daging juga harus bagus,” tegasnya.
Sumber:




