selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Minyakita Langka di Sejumlah Pasar Jatim, Khofifah Desak Suplai Dimaksimalkan

Minyakita Langka di Sejumlah Pasar Jatim, Khofifah Desak Suplai Dimaksimalkan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendesak suplai Minyakita di Jatim terpenuhi.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemukan sekitar 80 persen pasar tradisional di sejumlah kabupaten/kota tidak memiliki stok Minyakita saat kunjungan kerja dan mendesak maksimalisasi suplai menjelang Ramadan dan Idulfitri, Jumat 27 Februari 2026.


Mini Kidi Wipes.--

Temuan itu disampaikan usai meninjau langsung kondisi pasar di wilayah tapal kuda hingga kawasan aglomerasi Surabaya.

Khofifah menyebut sebagian besar pasar yang didatanginya tidak memiliki stok Minyakita.

BACA JUGA:Perkuat Konektivitas Timur Indonesia, Khofifah dan Sherly Tjoanda Laos Tekankan Optimalisasi Logistik dan SDM

"Minyakita di pasar yang saya tinjau itu sekitar 80 persen kosong. Karena itu, maksimalisasi suplai hari ini menjadi sangat penting," ujar Khofifah di sela High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang dikutip pada Jumat, 27 Februari 2026.

Khofifah menegaskan kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti agar tidak memicu gejolak harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.

BACA JUGA:Jatim Borong 13 Penghargaan Nasional, Khofifah Pembina Terbaik Pengelolaan Sampah 2026

"Saya ke Pasuruan, Minyakita kosong. Ke Probolinggo juga sama. Di Surabaya beberapa titik juga demikian, di Sidoarjo juga. Kita harus lihat bersama apa kendalanya, kenapa suplai bisa seret. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga sesuai HET," tegasnya.

Menurut Khofifah, koordinasi lintas pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.


Gempur Rokok Illegal--

"Kita tidak ingin ada bottleneck di rantai distribusi. Semua pihak harus duduk bersama, mencari solusi konkret dan cepat," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, menjelaskan distribusi Minyakita melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) dilakukan 65 persen pihak swasta dan 35 persen oleh BUMN, yakni Bulog, IDFOOD, dan Agrinas.

“Sesuai hasil zoom anev Satgas Pangan pada 26 Februari 2026, Bulog sudah mendistribusikan sekitar 20 persen dari porsi DMO. Alhamdulillah, kami mendapat apresiasi dari Bapanas dan Tim Satgas Pangan karena Minyakita yang didistribusikan Bulog sudah terlihat di pasar dan penjualannya relatif stabil,” ujarnya.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Jatim Apresiasi Kinerja Khofifah–Emil Setahun Pimpin Jawa Timur

Sejak 19 Januari hingga 26 Februari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan sekitar 6 juta liter Minyakita ke 2.250 titik pedagang yang tersebar di 160 pasar di Jawa Timur.

“Bulog Jatim selalu berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, baik turun langsung ke pasar maupun melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah. Semua kantor cabang juga intens berkoordinasi dengan pemda dan pemkot karena kami bagian dari tim Saber Pangan,” jelas Langgeng.

BACA JUGA:Satu Tahun Memimpin Jatim, Khofifah-Emil Pilih Refleksi dan Berbagi

Untuk menjaga stabilitas hingga Lebaran, Bulog Jawa Timur telah menyiapkan tambahan stok sebesar 2,7 juta liter.

“Karena distribusi Minyakita oleh Bulog hanya sekitar 35 persen, kami juga berharap distributor lain dapat mengawal penyaluran di lapangan dan memastikan penjualan sesuai HET di masing-masing pengecer binaan,” pungkasnya. (Ain)

 
 

Sumber: