selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Anak Haram Suamiku: Ketika Anak Itu Mulai Memanggil ‘Ayah’ (3)

Anak Haram Suamiku: Ketika Anak Itu Mulai Memanggil ‘Ayah’ (3)

-Ilustrasi-

AWALNYA hanya canggung.

Anak itu datang setiap akhir pekan. Duduk rapi di ruang tamu. Menjawab pertanyaan seperlunya. Bintang berusaha bersikap alami, meski gerakannya masih kaku. Bulan memilih sibuk di dapur, memberi ruang yang terasa perlu.

Lalu hari itu datang tanpa aba-aba.


Mini Kidi Wipes.--

“Yah…”

Satu kata. Pelan. Ragu.

Bintang yang sedang menuang minum langsung berhenti. Gelas di tangannya hampir terlepas. Ia menoleh pelan.

“Iya?” jawabnya, suara sedikit bergetar.

Anak itu tersenyum kecil. “Ayah bisa bantu aku bikin PR?”

Bulan yang berdiri di ambang dapur membeku. Bukan karena cemburu. Bukan pula karena benci. Tapi karena suara itu terasa begitu nyata.

Ayah.

Kata yang selama ini hanya terdengar dari anaknya sendiri, kini diucapkan oleh anak lain anak yang lahir dari masa lalu yang tak pernah ia pilih.

Malam itu suasana berbeda. Anak itu terlihat lebih percaya diri. Bintang terlihat… hidup. Ada kebahagiaan yang sulit disembunyikan ketika seseorang akhirnya diakui oleh darahnya sendiri.

Setelah anak itu pulang, rumah kembali sunyi.

Sumber: