Desakan Petambak dan Warga Keputih Manjur, Grand Eastern Bongkar Mandiri Lapangan Padel
Pembongkaran struktur lapangan Padel di perumahan Grand Eastern di Keputih.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Protes keras petani tambak dan warga Keputih akhirnya berbuah hasil. Manajemen PT Taman Timur Regency, pengembang perumahan Grand Eastern akhirnya memilih melunak setelah menerima rentetan peringatan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya.
Pembongkaran proyek lapangan padel yang telah mencapai sekitar 35 persen di kawasan Perumahan Grand Eastern yang dinilai melanggar aturan mulai dikebut.
BACA JUGA:Langgar RDTR, Pemkot Surabaya Beri Deadline 30 Hari Bongkar Lapangan Padel Keputih.

Mini Kidi Wipes.--
Pantauan di lokasi, aktivitas pembongkaran berjalan cukup masif. Sebuah alat berat jenis breaker excavator tampak menderu menghancurkan struktur bangunan.
Para pekerja juga terlihat sibuk menggunakan mesin bor atau drill untuk merobohkan konstruksi beton. Fokus pengerjaan saat ini menyasar pembongkaran fondasi gedung olahraga padel unit 1, yang dilanjutkan dengan pengerukan tanah.
BACA JUGA:Tak Sesuai PBG dan Caplok Sempadan, Proyek Lapangan Padel di Keputih Disemprit SP3
Langkah kooperatif pengembang ini diambil setelah DPRKPP memberikan tenggat waktu 30 hari untuk pembongkaran mandiri.
Direksi Grand Eastern Andre Susanto menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh menjalankan rekomendasi pemerintah kota.
”Jadwal (pembongkaran) semua itu sudah saya serahkan ke DPRKPP Kota Surabaya. Planning saya semuanya sudah tertulis di surat, jadi semuanya akan saya jalankan sesuai komitmen itu,” ujar Andre ketika dikonfirmasi Memorandum.
BACA JUGA:Serobot Aliran Sungai, Proyek Padel Eastern Park Diprotes Petambak Keputih Surabaya
Ia meminta semua pihak untuk melihat proses yang sedang berjalan. Mengingat surat kesanggupan baru berjalan satu minggu, ia berharap tidak terus didesak soal progres harian.
”Ini kan baru satu minggu, jangan ditanyai progresnya apa. Saya pasti komitmen. Kalau saya bikin surat, sudah berjanji, masak saya ingkar janji,” tegasnya.
Ia pun mengakui adanya kesalahan titik koordinat dalam pembangunan fasilitas tersebut.
Sumber:




