Mudik Bareng Nyepi, Pemprov Jatim dan Menhub Matangkan Kesiapan Posko Angkutan Lebaran 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi usai menggelar rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mematangkan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat 20 Februari 2026.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, kereta api, hingga infrastruktur jalan tol, telah disiapkan secara komprehensif. Fokus utama tahun ini adalah memastikan arus mudik dan balik berjalan dengan skema yang aman dan lancar.
BACA JUGA:Film Pelangi di Mars Tayang Lebaran 2026, Angkat Krisis Air dan Koloni Mars

Mini Kidi Wipes.--
"Kita membangun sinergi semaksimal mungkin untuk memastikan Angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, selamat, dan membahagiakan semuanya," ujar Khofifah usai rapat koordinasi di Grahadi.
Antisipasi khusus dilakukan mengingat perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret mendatang beriringan dengan puncak arus mudik. Pemprov Jatim menaruh perhatian pada pergerakan masyarakat dari dan menuju Pulau Bali guna menghindari penumpukan di titik-titik penyeberangan.
BACA JUGA:Jamin Stabilitas Pangan Jelang Lebaran, Bhabinkamtibmas Medokan Ayu Kawal Pasar Murah Epik Mobile
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan, posko Angkutan Lebaran secara resmi akan beroperasi selama 17 hari, terhitung mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
"Harapan kami, dengan persiapan yang sudah dilakukan Pemprov Jatim, pelaksanaan di lapangan bisa berjalan sebaik-baiknya. Keselamatan saudara-saudara kita yang melakukan perjalanan adalah yang paling utama," tegas Menhub Dudy.

Gempur Rokok Illegal--
Pemerintah juga memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang bagi kendaraan sumbu tiga ke atas, kecuali untuk angkutan sembako dan logistik vital. Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga disiapkan pada 15–17 Maret untuk arus mudik dan 25–27 Maret untuk arus balik guna mengurai potensi kepadatan.
BACA JUGA:Antisipasi Risiko Mudik Lebaran, Basarnas Surabaya Perkuat Personel di Titik Rawan Bencana Jatim
Secara nasional, diperkirakan sebanyak 143,7 juta orang akan melakukan perjalanan pada Lebaran tahun ini. Meski secara survei terdapat sedikit penurunan dibanding tahun lalu, pemerintah tetap bersiaga penuh mengantisipasi potensi lonjakan di titik-titik krusial di wilayah Jawa Timur.(Ain)
Sumber:




