Marhaban ya Ramadan 2026

Momentum Ramadan, Investasi Emas Melonjak hingga Tiga Kali Lipat

Momentum Ramadan, Investasi Emas Melonjak hingga Tiga Kali Lipat

Jajang Abdul Karim, Regional CEO BSI RO VIII Surabaya (kiri), menjelaskan tingginya minat investasi emas selama Ramadan dalam gelaran BSI Fest Ramadan di Tunjungan Plaza.-Lailatul Nur Aini-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ramadan kembali menjadi momentum emas bagi industri perbankan syariah. Selain mendorong peningkatan ibadah, bulan suci juga memicu lonjakan minat masyarakat terhadap produk investasi, terutama emas.

BACA JUGA:Buka Pameran di Memorandum Haji Umrah Expo 2025, BSI Tawarkan Segudang Program

Hal ini disampaikan RCEO BSI Regional VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, saat menghadiri gelaran BSI Fest Ramadan di Tunjungan Plaza, Kamis 19 Februari 2026.


-kidi---

Menurutnya, Ramadan biasanya membuat masyarakat lebih aktif mencari produk keuangan yang sesuai kebutuhan, mulai dari persiapan haji dan umrah hingga investasi jangka panjang seperti emas.

BACA JUGA:Polsek Wonocolo Perkuat Keamanan Perbankan Surabaya Lewat Patroli Dialogis di Bank Syariah Indonesia

"Minat terhadap produk emas saat ini masih sangat tinggi. Apalagi tren harga emas yang terus meningkat membuat masyarakat melihatnya sebagai instrumen lindung nilai yang aman," kata Jajang. 

Tahun 2025 lalu, secara nasional Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatatkan penjualan emas hingga 2 ton. Angka tersebut ditopang oleh konsep digital yang diusung melalui layanan BSI Emas.

BACA JUGA:Emas atau Perak? Ini Cara Menentukan Perhiasan yang Paling Cocok untuk Skintone-mu

"Masyarakat bisa membeli emas mulai dari 0,02 gram lewat platform digital. Nominal ini jauh lebih terjangkau dibandingkan emas fisik yang umumnya dijual minimal 0,5 gram hingga 1 gram," jelasnya. 

Selain itu, transaksi bisa dilakukan 24 jam dari mana saja, serta memungkinkan nasabah untuk menjual kembali atau bahkan mencetaknya menjadi emas fisik jika diperlukan.

Menurut Jajang, kemudahan tersebut mendorong pergeseran pola kepemilikan dari emas fisik ke emas digital. Meski begitu, ia menilai hal ini sebagai bentuk diversifikasi investasi yang positif di masyarakat.

Untuk tahun ini, BSI menargetkan lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat atau sekitar 6 ton secara nasional. 

Jawa Timur menjadi salah satu kontributor terbesar dengan porsi mencapai 25 persen dari portofolio nasional, mencerminkan tingginya minat masyarakat di wilayah tersebut terhadap investasi emas.

Sumber: