Kapolres Pasuruan Ajak Masyarakat Ciptakan Kondusivitas Selama Ramadan
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung perlu memantabkan personilnya untuk mewaspadai aksi kejahatan selama Ramadan.--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif guna memastikan pelaksanaan ibadah puasa berjalan lancar, nyaman, dan penuh kekhusyukan di wilayah hukum Polres Pasuruan.
BACA JUGA:Satbinmas Polres Pasuruan Gelar Istigasah dan Penyuluhan Harkamtibmas di SMPN 2 Beji

Mini Kidi--
Gempur Rokok Illegal--
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas selama Ramadan. Hindari penggunaan petasan atau kembang api berbahaya yang dapat mengganggu keamanan,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono pada Kamis 19 Februari 2026.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas serta tidak melakukan aktivitas yang meresahkan. Seperti balap liar dan penggunaan knalpot brong alias bising.
“Tertiblah dalam berlalu lintas. Hindari balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya saat ibadah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal dengan menjaga barang berharga dan segera melaporkan hal mencurigakan kepada pihak kepolisian.
“Waspadai tindak kriminal. Jaga barang berharga dan segera laporkan jika ada hal yang mencurigakan,” katanya.
BACA JUGA:Polres Pasuruan Dukung KUR dan Serapan Jagung Petani Agar Terhindar dari Tengkulak
Kapolres juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak dan remaja agar tidak terlibat tawuran, perang sarung, maupun aktivitas berbahaya lainnya.
“Peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat tawuran, perang sarung, atau kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat diimbau memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggalkan beribadah, seperti mengunci pintu serta mematikan kompor dan aliran listrik yang tidak diperlukan.
Sumber:



