Urat Nadi Ekonomi Terancam Lumpuh, Jalan Akses Kolam Labuh Puger Hancur Tergerus Abrasi
Kondisi akses jalan nelayan yang rusak.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ancaman abrasi di pesisir selatan Jember kian mengkhawatirkan. Akses jalan menuju kolam labuh di Kecamatan Puger kini dalam kondisi kritis akibat hantaman gelombang air laut. Jika tak segera ditangani, aktivitas ekonomi ratusan nelayan terancam lumpuh total.
Sedikitnya 300 unit kapal nelayan kini terdampak secara langsung. Jalur utama distribusi ikan dari kolam labuh menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) rusak parah dan menyempit, membuat rantai pasok hasil laut terhambat.
BACA JUGA:Mayat Pria Misterius Ditemukan Mengambang di Sungai Puger Jember, Teridentifikasi Setelah Tiga Hari

Mini Kidi--
Gempur Rokok Illegal--
“Jika kondisi ini dibiarkan, kami bisa lumpuh total. Ini adalah satu-satunya urat nadi akses kami,” keluh Muhammad Jufri, Ketua Pokmas Gotong Royong Desa Puger, Kamis 19 Februari 2026.
Kerusakan paling krusial terpantau di dua titik, yakni Dusun Gumukrejo, Desa Puger Kulon, serta area sekitar TPI Puger. Badan jalan tidak hanya terkikis, tetapi juga kerap terendam banjir rob saat air laut pasang, membuat kendaraan pengangkut ikan tak berani melintas.
BACA JUGA:PMI Jember dan Palang Merah Jepang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga Puger Wetan
“Air pasang sedikit saja sudah naik ke jalan. Para pengangkut takut melintas karena medan yang licin dan risiko jalan ambles,” tambah pria yang akrab disapa Jupri tersebut.
Ia menekankan bahwa selama ini belum ada penanganan permanen dari pihak terkait. Upaya swadaya seperti pengurukan tanah setinggi setengah meter yang pernah dilakukan sebelumnya terbukti sia-sia. Material timbunan sepanjang 100 meter tersebut ludes tergerus ombak dalam waktu singkat.
Dampak kerusakan jalan ini bukan sekadar hambatan logistik, melainkan kerugian materiil nyata bagi para pekerja. Ahmad Dahlan, seorang pengangkut ikan, menceritakan pengalamannya bertaruh nyawa di jalur tersebut.
BACA JUGA:Satreskrim Polres Jember Ungkap Misteri Pembunuhan Sadis di Puger
“Sudah dua kali motor roda tiga (Tossa) milik saya dan rekan saya terbalik karena jalan yang sempit dan bergelombang. Akibatnya ikan rusak dan kami harus ganti rugi. Bukannya untung, malah buntung,” keluh Dahlan.
Di tengah perjuangan melawan alam, nelayan Puger juga menyuarakan ketidakadilan terkait distribusi solar subsidi. Warga menyoroti adanya dugaan salah sasaran dalam penyaluran BBM tersebut.
“Kami minta pemerintah memastikan subsidi solar benar-benar sampai ke tangan nelayan kecil, bukan malah dinikmati pedagang besar. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi di tengah sulitnya kondisi infrastruktur saat ini,” tegas Jufri menutup pembicaraan.(Fbr)
Sumber:



