Pilih Menu Sahur yang Pas
Prof DR Mangestuti Agil--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Berpuasa di Bulan Ramadan. perlu persiapan fisik dan mental, disertai niat kuat untuk menjalankannya. Mengawali kegiatan itu pun tidak mudah, ada saja keluhan, seperti lemas, mual, sakit kepala, nyeri lambung.
Wajar, karena tubuh perlu beradaptasi terhadap perubahan, termasuk perubahan waktu makan, waktu tidur, dan waktu istirahat yang lebih panjang. Penggemar kopi pasti “letoi” karena menurunnya asupan kofein yang menyegarkan otak.
Berita baiknya, orang sehat hanya memerlukan waktu adaptasi selama 3-5 hari saja. Kalau lebih dari itu, pasti ada kaitan dengan cara mengatur makan dan minum yang belum pas. Yaitu antara lain tidak makan sahur, minum air terlalu sedikit, berbuka puasa dengan minuman sangat dingin dan sangat manis.
BACA JUGA:Prof Dr Mangestuti Agil: Mari Bangun Semangat, SFF 2025 Bikin Bangga dan Terharu

Mini Kidi--
Jadi, suksesnya berpuasa perlu tertib sahur. Ini terutama penting pada hari awal puasa ketika tubuh sedang mengatur irama agar berpuasa aman tanpa gangguan kesehatan.
Sahur yang baik menjamin kecukupan energi dan mencegah kurang air. Rumus umumnya adalah karbohidrat kompleks ( nasi, roti gandum, bubur gandum), protein dari telur rebus yang tidak dimasak pedas, tahu atau tempe tanpa bumbu pedas, lemak dari susu atau sedikit santan, sup sayur seperti bayam, labu kuning, pisang atau papaya, air putih.
Menu ini membuat pencernaan terkendali sehingga energi tubuh tidak cepat habis, gula darah stabil, dan asam lambung tidak bergolak.Batasi makanan gorengan, termasuk nasi goreng, dan ayam goreng, yang kandungan lemaknya menyebabkan proses pencernaan makin lambat, cepat haus, lambung terasa tidak nyaman.
Hindari makanan tinggi garam, mi instan, atau hanya makan roti dan makanan ringan manis yang bisa menyebabkan haus lebih cepat, dan rasa lemas sepanjang hari.
Bagi yang berusia muda dan sehat tetap perlu telur, nasi atau gandum, susu. Yang lambungnya bermasalah boleh mencoba bubur gandum, nasi, telur, pisang. Hindari cabai, makanan gorengan, buah yang masam, kopi.
Air putih tetap jadi pilihan, dan sebaiknya diminum bertahap sejak saat berbuka. Minuman hangat lebih tepat, dan berhenti 20-30 menit sebelum imsak Kelebihan minum saat sahur bisa menyebabkan perut kembung dan berpotensi mengalami GERD, yaitu asam lambung terdorong kembali ke kerongkongan.. Sahur awal puasa makin pas kalau minuman teh atau kopi dikurangi agar asam lambung tidak meningkat. (dbs).
Sumber:



