Vinícius Jr Cetak Gol Kemenangan, Laga Real Madrid vs Benfica Ternoda Dugaan Rasisme
Vinicius Junior merayakan gol berama rekan-rekannya.-IG:realmadrid.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Pertandingan leg pertama babak playoff Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica diwarnai insiden serius yang melibatkan penyerang Real Madrid, Vinícius Júnior.
Pemain asal Brasil itu menuduh Gianluca Prestianni melakukan pelecehan rasial dalam laga yang digelar di Estádio da Luz, Lisbon, Selasa malam.
Vinícius menjadi pahlawan kemenangan Los Blancos setelah mencetak gol pada menit ke-50, yang sekaligus memastikan kemenangan 1-0 atas Benfica.
Namun, selebrasinya di dekat bendera sudut memicu ketegangan. Ia diadang oleh Prestianni yang terlihat berbicara sambil menutup mulut dengan bajunya.
Merasa tersinggung, Vinícius langsung menunjuk ke arah pemain Benfica tersebut dan menghampiri wasit François Letexier.
Wasit kemudian memberikan isyarat tangan bersilang sebagai tanda adanya laporan dugaan tindakan rasisme. Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit di babak kedua.
Situasi itu membuat Vinícius tampak emosional dan berdiskusi dengan pelatih Madrid, Álvaro Arbeloa, serta sejumlah pemain dari kedua tim.
Usai laga, Vinícius meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa tindakan rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola.
Arbeloa juga menegaskan bahwa Real Madrid siap meninggalkan lapangan jika sang pemain memutuskan tidak ingin melanjutkan pertandingan.
Namun setelah berdiskusi, tim memilih tetap bermain hingga laga usai.
"Toleransi terhadap rasisme harus nol. Hal seperti ini tidak boleh terjadi pada 2026," ujar Arbeloa dalam konferensi pers.
Vinícius juga mengaku heran karena mendapat kartu kuning akibat selebrasinya. Ia menilai penerapan protokol dalam insiden tersebut tidak berjalan maksimal.
Rekan setimnya, Kylian Mbappé, menyebut tindakan tersebut mencoreng nilai sportivitas. Sementara Trent Alexander-Arnold menyatakan tidak ada ruang bagi rasisme, baik di olahraga maupun di masyarakat.
Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni turut menyampaikan solidaritas kepada Vinícius, bahkan menyatakan tim siap meninggalkan lapangan jika situasi memburuk.
Di sisi lain, para pemain Benfica menyebut Prestianni mengaku hanya melakukan provokasi biasa tanpa unsur rasial. Gelandang Leandro Barreiro mengatakan bahwa rekan setimnya membantah melontarkan hinaan bernuansa rasis.
Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) juga menyatakan dukungan penuh kepada Vinícius dan mengecam segala bentuk diskriminasi dalam sepak bola.
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya sikap tegas terhadap rasisme di kompetisi elite seperti Liga Champions. Sepak bola seharusnya menjadi ajang sportivitas dan persatuan, bukan ruang bagi diskriminasi.
Sumber:



