HPN 2026

Dobrak Pola Konvensional, Gus Fawait Inisiasi Creative Financing untuk Transformasi Ekonomi Jember

Dobrak Pola Konvensional, Gus Fawait Inisiasi Creative Financing untuk Transformasi Ekonomi Jember

Bupati Jember Gus Fawait memimpin rapat percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati JEMBER Gus Fawait memimpin rapat percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi kerakyatan dengan menginisiasi skema creative financing sebagai alternatif pendanaan di luar APBD dan APBN, Jumat 13 Februari 2026.


Mini Kidi--

Pemerintah Kabupaten Jember resmi mematangkan langkah strategis untuk menggeser paradigma pembangunan daerah dengan meninggalkan ketergantungan penuh pada skema konvensional Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

BACA JUGA:Akselerasi SITASKIN Jember Kolaborasi Pemkab dan BP Taskin Sasar Wilayah Pinggiran

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan strategis di Pendopo Wahya Wibawagraha yang dihadiri delegasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), serta Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Pertemuan itu menjadi momentum penjajakan skema pendanaan lunak dari pemerintah pusat yang dinilai belum terserap optimal oleh daerah.

BACA JUGA:Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih, Pemkab Jember Percepat Sertifikasi Lahan

Dalam arahannya, Gus Fawait menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah untuk mulai mengadopsi perencanaan berbasis kredit produktif.

“Kita tidak boleh lagi hanya berpangku tangan pada keterbatasan APBD. Ada instrumen pembiayaan sah dan produktif yang tersedia. Prinsipnya tegas, kita hanya mengambil kredit yang menghasilkan nilai tambah dan mampu memberikan imbal balik ekonomi bagi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan perbedaan antara kredit konsumtif dan produktif, di mana kredit konsumtif dinilai membebani fiskal daerah, sedangkan kredit produktif harus bersifat self-financing melalui peningkatan pendapatan daerah dan perbaikan pelayanan publik.

BACA JUGA:Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Molor 6 Bulan, Mahasiswa UIJ Terpaksa Ngutang Bayar UKT

Salah satu prioritas jangka pendek adalah pengembangan Rumah Sakit Daerah agar menjadi pusat rujukan yang mandiri secara finansial.

Data yang disampaikan menunjukkan angka keterisian tempat tidur terus meningkat serta lonjakan pendapatan dari Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar per bulan.

“Jika kita membangun fasilitas kesehatan melalui pinjaman PT SMI, maka fasilitas itu harus mampu membiayai operasional dan cicilannya sendiri dari pendapatannya. Inilah esensi pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Sumber: