Sejarah Cokelat Valentine: Dari Strategi Bisnis hingga Simbol Cinta yang Bertahan 160 Tahun
-Ilustrasi (pexels.com/Lisa)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Valentine menjadi hari yang spesial bagi banyak orang, karena pada hari itulah orang berlomba-lomba memberikan sesuatu untuk orang tersayang.
BACA JUGA:Jangan Sampai Kena Silent Treatment! Ini Guide Pilih Bunga Valentine Biar Doi Makin Sayang
Salah satunya adalah cokelat. Rasa manis yang terkandung di dalamnya dipercaya dapat membawa kebahagiaan. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa cokelat selalu identik dengan Hari Valentine?

Mini Kidi--
Hal ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari perpaduan strategi bisnis yang cerdas dan perubahan budaya sejak abad ke-19.
BACA JUGA:4 Ide Kencan Valentine Unik dan Romantis untuk Momen Berkesan
Menurut beberapa sumber, pada era Victoria di Inggris, Richard Cadbury melihat peluang besar untuk memasarkan varian baru cokelatnya. Sebelum periode ini, cokelat umumnya dikonsumsi dalam bentuk minuman. Cadbury kemudian menemukan teknik untuk mengekstrak mentega kakao murni, yang menghasilkan cokelat padat dengan rasa lebih lezat.
Pada tahun 1861, Richard Cadbury menciptakan kotak cokelat berbentuk hati pertama khusus untuk Valentine. Kotak tersebut dihias dengan gambar bunga mawar dan dewa cinta (Cupid). Uniknya, kotak ini dirancang agar tetap bisa digunakan sebagai tempat menyimpan surat cinta atau kenang-kenangan, bahkan setelah cokelatnya habis.
BACA JUGA:Berikan Cokelat untuk Rayakan Valentine 2026, Berikut Kenalilah Khasiat Cokelat untuk Tubuh!
Secara historis, cokelat memang telah lama dikaitkan dengan romansa dan daya pikat. Suku Aztec dan Maya pada zaman kuno menganggap cokelat sebagai “makanan para dewa” dan percaya bahwa cokelat memiliki sifat afrodisiak (pembangkit gairah). Pada era Victoria, aturan etiket sangat ketat, sehingga memberikan cokelat menjadi cara yang dianggap “aman” namun intim bagi seorang pria untuk menunjukkan ketertarikan kepada seorang wanita tanpa melanggar norma kesopanan.
BACA JUGA:Asal Usul Valentine Ternyata Mengerikan! Simak Fakta Berikut Ini
Setelah kesuksesan Cadbury di Inggris, tren ini menyebar ke Amerika Serikat. Milton Hershey kemudian memulai produksi massal cokelat dengan harga lebih terjangkau, sehingga cokelat tidak lagi menjadi barang mewah bagi kalangan bangsawan saja.
BACA JUGA:Satlantas Polres Bojonegoro Bagikan Cokelat kepada Anak Tertib Berlalulintas
Pada tahun 1920-an, mereka memperkenalkan “Secret Lace Heart”, yaitu kotak cokelat berbentuk hati yang dibungkus renda, yang semakin memperkuat citra cokelat sebagai hadiah standar Hari Valentine di Amerika.
Sumber:



