Apa Itu Bilingualisme? Jenis Manfaat dan Tantangannya
-Ilustrasi (sumber foto: freepik)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ngerasa nggak sih kalau kamu ngomong pasti bahasanya campur aduk. Kadang bahasa daerah dicampur dengan Bahasa Indonesia. Bahkan dikombinasiin sama Bahasa Inggris!
BACA JUGA:Kisah Putri Aura S, Jadikan Dunia Modelling sebagai Bahasa Komunikasi Non-Verbal
Fenomena ini dinamakan bilingualisme atau kemampuan seseorang berbicara dengan lebih dari satu bahasa. Kondisi ini sangat umum dijumpai di Indonesia, sehingga masyarakat kita disebut bilingual.

Mini Kidi--
Ternyata, bilingualisme juga ada jenisnya loh. Saat seseorang mampu berbicara di kedua bahasa secara seimbang, maka itu disebut balanced bilingualism. Sedangkan, jika orang tersebut cuma jago di salah satu bahasa aja, berarti dia dominant bilingualism.
BACA JUGA:Perkuat Identitas Kebangsaan, Senator Lia Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah Jawa Timur
Proses menjadi bilingual juga ada 2. Bilingual bisa tercipta sejak kecil jika sang orang tua mengajak anak mereka berkomunikasi dengan 2 bahasa, proses ini dinamakan simultan. Selain itu, ada juga sekuensial, seseorang yang baru belajar bahasa lain pas udah gede.
BACA JUGA:Gebrakan 2025, Balai Bahasa Jatim Sukses Digitalisasi Tradisi dan Rangkul Puluhan Ribu Generasi Z
Setiap hal yang ada di hidup ini pasti ada manfaatnya, tak terkecuali menjadi bilingual. Secara kognitif, otakmu jadi lebih encer karena terbiasa berpikir kreatif dan peka saat berkomunikasi. Lebih lanjut, bilingualisme dapat menjadi jembatan bagimu untuk lebih mengenal dunia luar. Kamu bisa mengenal orang baru, budaya, serta isu dari berbagai negara.
BACA JUGA:Keren! Siswi Sekolah Garuda Kembangkan Aplikasi Pelestarian Bahasa Moi Berbasis Komik Digital
Menjadi bilingual memang kelihatan keren. Namun jangan salah, mereka juga punya tantangan tersendiri. Pernah merasa tata bahasa kamu berantakan atau ketukar-tukar? Itu namanya language interference, hal yang wajar banget terjadi saat satu bahasa memengaruhi bahasa lainnya.
BACA JUGA:71st TEFLIN Siapkan Pembelajaran Bahasa Inggris Sejak Jenjang Dasar
Belum lagi fenomena code switching atau campur-campur bahasa yang sering dianggap sok keren, padahal itu bukti kalau otakmu lagi bekerja keras memproses data. Tantangan lainnya adalah risiko language attrition atau mulai lupa bahasa lama kalau jarang dipakai.
Jadi, kalau kamu bisa 2 bahasa sekaligus atau bahkan lebih, selamat, kamu adalah seorang bilingual!. (Mg/Dia Vionita Herlina)
Sumber:




