Kinerja Keuangan Teruji, Kantor Pertanahan Surabaya I Digganjar Peringkat Dua
Sukamto (tengah)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kantor Pertanahan Kota Surabaya I kembali menegaskan kualitas tata kelola keuangannya. Konsistensi itu berbuah pengakuan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A-1, Surabaya, Kementerian Keuangan yang menempatkan satuan kerja ini sebagai peringkat dua terbaik dalam implementasi Cash Management System (CMS) periode Semester II Tahun 2025.
Penghargaan diterima oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Sukamto, mewakili kantor, dan diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Surabaya I, Yoyok Yulianto, di Gedung KPPN Surabaya I, belum lama ini.
BACA JUGA:Kantah Surabaya I Dukung Penuh Gerakan Kota Wakaf untuk Optimalisasi Potensi Wakaf
BACA JUGA:Jelang Peresmian Gedung Baru, Kantah Surabaya II Bersih-bersih Total dan Perkuat Kekompakan Pegawai

Mini Kidi--
Capaian tersebut bukan sekadar seremoni. Penilaian CMS menuntut ketepatan, disiplin, serta kepatuhan dalam pengelolaan transaksi keuangan negara secara elektronik dan real time. Hasil ini menandakan sistem berjalan, pengawasan efektif, dan budaya kerja yang makin tertata.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I, Budi Hartanto, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi energi tambahan bagi seluruh pegawai untuk menjaga integritas.
"Penghargaan yang diberikan pada Rabu tanggal 11 Februari lalu ini, adalah bukti kerja kolektif. Kami berkomitmen mempertahankan transparansi, memperkuat akuntabilitas, dan memastikan setiap rupiah uang negara dikelola secara benar. Ke depan, capaian ini harus menjadi standar minimal, bukan lagi target akhir,” tegas Budi.
BACA JUGA:Kantah Surabaya I Serahkan 71 Sertipikat Tanah Elektronik kepada Pemkot Surabaya
Ia menambahkan, keberhasilan tersebu sekaligus menjadi dorongan untuk terus mempercepat modernisasi sistem keuangan yang berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat.
Dengan torehan ini, Kantor Pertanahan Kota Surabaya I memperlihatkan bahwa reformasi birokrasi tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kinerja yang terukur dan mendapat pengakuan resmi. (mik)
Sumber:




