HPN 2026

Kunker di Malang, Menko Pangan Zulkifli Hasan Pastikan Kesiapan SPPG dan Peran Koperasi Desa Pasok MBG

Kunker di Malang, Menko Pangan Zulkifli Hasan Pastikan Kesiapan SPPG dan Peran Koperasi Desa Pasok MBG

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan saat mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepanjen, Kabupaten Malang.--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja di wilayah Malang Raya selama tiga hari, terhitung sejak Kamis 12 Februari 2026. Kunjungan perdana diawali dengan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Panji, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen.

Kedatangan Menko Pangan yang akrab disapa Zulhas ini bertujuan memastikan standar dan proses penyiapan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah sesuai dengan ketentuan. Selain meninjau fasilitas dapur, Zulhas juga berdialog langsung dengan anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat untuk menyerap masukan mengenai kualitas menu.

BACA JUGA:Menko Zulkifli Hasan Apresiasi Langkah Pemkot Surabaya Dalam Pembentukan Koperasi Merah Putih


Mini Kidi--

“Kami di sini selama tiga hari untuk melakukan pengecekan pada SPPG, apakah sudah sesuai dengan ketentuannya. Kami juga menanyakan langsung pada anak-anak mengenai layanan dan rasa menu yang disediakan,” ujar Zulhas usai meninjau SPPG Kepanjen.

Zulhas menjelaskan, keberadaan SPPG tidak dapat dipisahkan dari peran Koperasi Desa atau Koperasi Merah Putih Desa (KMPD). Sesuai arahan Presiden, saat ini telah berdiri 30 ribu koperasi dari target 80 ribu unit. Koperasi ini diproyeksikan menjadi offtaker bagi UMKM desa untuk memasok kebutuhan bahan pangan SPPG, mulai dari telur, ikan, daging, hingga sayuran.

BACA JUGA:Pastikan Ketahanan Pangan di Gresik, Menko Zulhas Tinjau Kampung Bandeng Pangkahwetan

"Harapannya akan muncul pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Koperasi desa yang akan memasok kebutuhan SPPG dengan bekerja sama dengan UMKM setempat," imbuhnya.

Sektor hulu juga menjadi perhatian serius. Menko Pangan menegaskan pentingnya menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ia memperingatkan bahwa lahan sawah yang ada saat ini tidak boleh lagi dialihfungsikan. Jika sudah terlanjur berubah, maka pihak terkait wajib menggantinya dengan membuka lahan baru dengan luasan 1 hingga 3 kali lipat dari lahan yang terpakai.

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, setiap daerah harus mengecek LP2B miliknya. Jika ada pengurangan, harus dilakukan penggantian agar ketersediaan pangan seperti beras dan jagung tetap terjaga, bahkan produksinya harus dilipatgandakan termasuk sektor perikanan,” tutur Menko Pangan.

BACA JUGA:Tekan Harga Sembako Jelang Puasa, Zulhas Pastikan Pasar Murah Harian di Surabaya

Menutup arahannya, Zulhas menyinggung persoalan sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga maupun SPPG. Ia menargetkan dalam dua tahun ke depan, masyarakat harus mulai memilah sampah organik dan anorganik dari sumbernya.

"Sampah harus dipilih mulai dari sumbernya. Dengan begitu, sampah yang dibuang ke TPA tinggal sedikit karena sebagian besar sudah termanfaatkan kembali. Ini adalah perubahan peradaban yang kita mulai tahun ini," tegasnya.(kid)

Sumber:

Berita Terkait