Tekan Pengangguran Sarjana, Lulusan Unesa Langsung Terima Ijazah Usai Wisuda
Rektor Unesa menyoroti ancaman pengangguran lulusan baru di tengah ketidakpastian global.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes menyoroti potensi meningkatnya angka pengangguran di kalangan lulusan baru di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global. Hal ini disampaikannya dalam Wisuda ke-118 Unesa, yang diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Menurut Nurhasan, dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan adaptasi dan kemandirian.
BACA JUGA:Waspadai Ancaman PHK serta Pengangguran 2026 di Surabaya Fokus pada UMKM dan Ekonomi Digital

Mini Kidi--
"Ancaman pengangguran pada lulusan baru itu nyata. Karena itu, kampus tidak boleh hanya fokus pada kelulusan, tetapi juga pada kesiapan kerja dan daya saing alumni," kata Prof. Hasan, saat ditemui pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Unesa terus melakukan berbagai inovasi untuk menekan angka pengangguran lulusan, salah satunya dengan mempercepat layanan akademik. Pada Wisuda ke-118 ini, Unesa untuk pertama kalinya langsung membagikan ijazah kepada wisudawan setelah prosesi selesai, sehingga lulusan bisa segera melamar pekerjaan tanpa harus menunggu lama.
BACA JUGA:Tingkat Pengangguran Terbuka Agustus 2025 Turun, Bekurang 4.000 Orang dari Tahun Lalu
"Begitu wisuda selesai, ijazah langsung kami serahkan. Harapannya, alumni bisa lebih cepat masuk dunia kerja," tutur Prof. Hasan.
Di sisi lain, rendahnya tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia yang masih berkisar 30 persen juga menjadi tantangan tersendiri. Menurut Prof. Hasan peningkatan akses pendidikan harus diimbangi dengan kesiapan lulusan agar tidak menambah angka pengangguran terdidik.
BACA JUGA:Proporsi Pekerja Formal Meningkat, Tingkat Pengangguran Terbuka Turun
"Jangan sampai semakin banyak lulusan, tetapi tidak terserap pasar kerja. Inilah yang terus kami antisipasi," pungkasnya.(Ain)
Sumber:




