HPN 2026

Petenis Indonesia Janice Tjen Dapat Pelajaran Berharga dari Iga Swiatek

Petenis Indonesia Janice Tjen Dapat Pelajaran Berharga dari Iga Swiatek

Iga Swiatek hentikan perlawanan petenis Indonesia Janice Tjen.-IG:wta.-

MEMORANDUM.DISWAY.ID-Unggulan teratas Iga Swiatek melangkah mulus ke babak ketiga Qatar TotalEnergies Open 2026 di Doha setelah meraih kemenangan meyakinkan dua set langsung atas petenis wild card asal Indonesia, Janice Tjen, pada Selasa.

 

Laga ini menjadi penampilan perdana Swiatek sejak tersingkir di perempat final Australian Open dari juara bertahan Elena Rybakina. Meski demikian, petenis peringkat satu dunia itu langsung tampil dominan.

Pada set pertama, Swiatek hampir tak memberi celah dan hanya kehilangan delapan poin sebelum menutup set dengan skor telak 6-0.

 

Memasuki set kedua, perlawanan Tjen mulai terlihat. Petenis muda Indonesia tersebut menunjukkan perkembangan pesat yang mengantarkannya melesat dari luar 400 besar pada awal musim 2025 hingga kini menembus peringkat 46 WTA.

Kedua pemain sempat saling mematahkan servis di awal set, sebelum Swiatek kembali mengambil alih kendali. Break krusial di gim kedelapan menjadi kunci, dan Swiatek memastikan kemenangan 6-0, 6-3 dalam durasi 1 jam 9 menit.

 

“Selalu menyenangkan memulai turnamen dengan performa solid dan saya berusaha siap menghadapi setiap pertandingan,” ujar Swiatek kepada media di Doha seperti dinukil dari wta.com.

Ia menegaskan tidak pernah menganggap remeh laga awal karena setiap pertandingan dipandang sebagai tantangan penting.

BACA JUGA:Gol Telat Sesko Gagalkan Kemenangan West Ham, MU Pulang dengan Satu Poin


Mini Kidi--

 

Pada babak 16 besar, Swiatek dijadwalkan menghadapi mantan petenis top-10 dunia, Daria Kasatkina. Kasatkina sebelumnya menyingkirkan unggulan ke-16 asal Belgia, Elise Mertens, dengan skor 6-4, 6-0.

 

Secara rekor pertemuan, Swiatek unggul jauh dengan catatan 6-1 atas Kasatkina dan memenangi enam duel terakhir tanpa kehilangan satu set pun. Meski demikian, petenis asal Polandia itu menegaskan tetap waspada.

 

“Saya berusaha tidak memikirkan rekor pertemuan karena setiap pertandingan selalu berbeda,” kata Swiatek. Menurutnya, fokus utama adalah kesiapan menghadapi tantangan, bukan terpaku pada hasil sebelumnya.

 

 

Sumber: