selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Pasar Kaget Usai Subuh di Makkah, Antara Kemudahan Jemaah dan Ketegasan Aturan Petugas

Pasar Kaget Usai Subuh di Makkah, Antara Kemudahan Jemaah dan Ketegasan Aturan Petugas

Ketertiban Jadi Prioritas, Pedagang Nekat di Area Hotel Makkah Ditindak.--

MAKKAH, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wajah Kota Makkah selalu menyuguhkan dua sisi yang berdampingan: kesakralan ibadah di dalam Masjidil Haram dan keriuhan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Setiap usai salat fardu, khususnya usai Subuh, jalanan berubah menjadi pasar kaget yang menawarkan segala macam pernak-pernik bagi para jemaah.

Namun, di balik kemudahan berbelanja tersebut, aturan ketat tetap diberlakukan. Area hotel yang seharusnya menjadi zona nyaman bagi tamu seringkali menjadi sasaran empuk para pedagang kaki lima (PK5) untuk menggelar lapak secara ilegal.

BACA JUGA:Pertebal Ketakwaan, Jemaah Umrah Bakkah Travel Napak Tilas Jejak Perjuangan Nabi di Makkah


Mini Kidi--

Pantauan di lapangan pada Senin 9 Februari 2026, petugas keamanan hotel mulai memperketat pengawasan. Di kawasan Misfalah, seorang pedagang tampak diamankan karena nekat masuk ke area privat hotel. Ketegasan ini diambil demi memastikan akses keluar-masuk para jemaah tidak terganggu oleh kerumunan pembeli.

"Kami harus pastikan akses keluar masuk tamu tidak terganggu. Jika dibiarkan satu, yang lain akan ikut masuk," ujar Ibrahim, salah satu petugas keamanan hotel.

BACA JUGA:Swalayan Terbang di Kabin Lion Air, Cara Penumpang Usir Jenuh Menuju Makkah

Barang dagangan yang ditawarkan memang sangat menggoda jemaah asal tanah air, mulai dari gamis, sorban, hingga kurma dengan harga miring. Uniknya, para pedagang seringkali merayu menggunakan bahasa Indonesia yang fasih. "Murah, halal, lima riyal saja," seru mereka memikat jemaah.

Meski demikian, pihak berwenang tidak memberikan toleransi bagi yang melanggar batas wilayah. Sanksi bagi pedagang yang membandel bisa berujung pada urusan serius dengan kepolisian setempat (Syurthah). Hal ini dilakukan demi menjaga citra Makkah sebagai kota yang tertib bagi jutaan tamu Allah.

"Pasar ini membantu kami mencari oleh-oleh tanpa harus jauh-jauh, tapi memang harus tertib. Kalau sampai masuk ke lobi hotel, itu sudah mengganggu," komentar salah satu jemaah asal Jawa Timur.(day/mtr)

Sumber: