Thrifting, Gaya Hidup Anak Muda Kurangi Limbah Fashion dan Hemat Budget
-Ilustrasi (sumber foto: pexels)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dalam beberapa waktu terakhir, dapat diperhatikan adanya perubahan kebiasaan berbelanja masyarakat, khususnya anak muda yang mulai mengalami pergeseran.
BACA JUGA:Hal Unik Tradisi Pelat Bibir Suku Mursi dan Suri Ketika Tubuh Menjadi Identitas Budaya
Jika sebelumnya pusat perbelanjaan dan toko pakaian baru selalu menjadi tujuan utama bagi setiap masyarakat, kini semakin banyak orang yang lebih memilih untuk berburu pakaian bekas di toko thrift atau pasar loak.

Mini Kidi--
Fenomena ini dikenal dengan istilah thrifting, yaitu kegiatan membeli barang bekas yang layak pakai dengan harga terjangkau dan kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.
BACA JUGA:Ini 5 Game Roblox Terpopuler yang Wajib Kamu Mainkan Sekarang!
Thrifting tidak lagi dipandang hanya sebagai cara berhemat, akan tetapi juga sebagai bentuk kesadaran baru dalam memilih cara berbelanja. Banyak masyarakat yang mulai menyadari bahwa kebiasaan membeli pakaian secara berlebihan dapat berdampak pada menumpuknya limbah fashion.
BACA JUGA:Heartopia Resmi Rilis 2026, Game Simulasi Santai Multiplayer yang Jadi Pelarian Gamer
Oleh karena itu, thrifting menjadi salah satu bentuk alternatif yang dilakukan untuk tetap memenuhi kebutuhan berpakaian tanpa harus terus menerus menambah produksi pakaian baru.
Thrifting sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Lingkungan
Industri fast fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia.
Setiap tahun, jutaan ton pakaian berakhir di tempat pembuangan akhir karena sudah tidak digunakan lagi. Selain itu, rendahnya tingkat daur ulang pakaian dan sebagian besar berakhir di TPA.
BACA JUGA:TheoTown Game Pixel Viral yang Diam-Diam Mengasah Otak Pemain
Sumber:




